JAKARTA – Pendidikan sebagai elemen penting dalam kehidupan yang harus menjadi perhatian seluruh pihak. Namun demikian, tantangan akses pendidikan masih menjadi persoalan, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Berdasarkan dokumen Dinas Pendidikan DKI Jakarta, masih terdapat anak usia 7–18 tahun yang tidak bersekolah. Bahkan, hingga April 2026 tercatat lebih dari 217.000 anak masuk dalam kategori tertentu, termasuk putus sekolah. Faktor ekonomi disebut menjadi penyebab dominan yang mendorong tingginya angka tersebut.
Menanggapi kondisi ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menggratiskan biaya pendidikan SMA swasta. Program tersebut direncanakan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai mencapai Rp253,6 miliar.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) DPP Pemuda LIRA, Irwan Afyanto, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Ini program yang baik dan harus didukung oleh semua pihak. Program ini akan memberikan efek jangka panjang bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta,” ujar Irwan dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kebijakan pembebasan biaya pendidikan di SMA swasta diharapkan mampu menekan angka putus sekolah yang selama ini banyak disebabkan keterbatasan ekonomi keluarga.
Meski demikian, Irwan mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program tersebut. Mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan, ia menilai potensi penyimpangan seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) harus diantisipasi sejak awal.
“Pada prosesnya tentu harus kita kawal bersama, karena anggaran yang dipergunakan cukup besar dan rawan terjadinya KKN,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemuda LIRA berkomitmen untuk ikut mengawal jalannya program tersebut dengan menjalin komunikasi bersama berbagai pemangku kepentingan di Jakarta.
“Intinya Pemuda LIRA mengapresiasi program ini, namun di sisi lain kita juga harus mengawal prosesnya agar terlaksana dengan baik. Tentu hal ini akan kami komunikasikan dengan para stakeholder di Jakarta agar input dan outputnya bisa maksimal tanpa kendala,” pungkas Irwan.
Program pendidikan gratis bagi SMA swasta ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret dalam mengurangi angka anak tidak sekolah di Jakarta, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.






