Optimalkan Peran Perempuan, Adde Rosi Dorong Kader MKGR Jadi Motor Kemenangan Golkar Menuju Pemilu 2029

JAKARTA – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Efektif Perempuan Partai Golkar Menuju Pemilu 2029” di Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, Ahad (15/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Partai Golkar dalam memperkuat kapasitas, keterwakilan, dan keterpilihan kader perempuan untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

Bacaan Lainnya

FGD tersebut dihadiri berbagai unsur organisasi perempuan Partai Golkar dan organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian dari keluarga besar partai berlambang pohon beringin. Salah satu yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah kehadiran Anggota DPR RI sekaligus kader MKGR Adde Rosi Khoerunnisa yang menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya penguatan kualitas kader perempuan sebagai investasi politik jangka panjang bagi Partai Golkar.

Dalam dokumentasi kegiatan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Adde Rosi terlihat berdiri di podium utama berlambang Partai Golkar menyampaikan gagasan mengenai pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, perempuan Golkar saat ini memiliki modal besar berupa sumber daya kader yang berkualitas dan harus terus dikembangkan agar mampu menjawab berbagai tantangan politik di masa depan.

Adde Rosi menilai organisasi seperti MKGR memiliki tanggung jawab penting dalam mencetak kader-kader perempuan yang tidak hanya siap menjadi peserta politik, tetapi juga mampu menjadi pembina bagi generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan partai.

Dalam kesempatan tersebut, Adde Rosi menegaskan:

“Jadi kita punya modal seperti itu, sehingga kedepannya ya kita yakinkan bahwa kader-kader MKGR yang berkualitas untuk tadi bisa memberikan pembinaan kepada kader-kader muda lain, kepada kader-kader perempuan yang lain. Sehingga entah itu kebijakan Undang-Undang Pemilu kita seperti itu, apakah tertutup, terbuka, hybrid, atau lain sebagainya, yang pasti kalau DPP Partai Golkar sudah mempunyai keputusan, termasuk tadi yang disampaikan Pak Sekjen bahwa 30% itu hal yang wajib, kemudian pendanaan juga insya Allah akan diberikan secara optimal, ya kita berharap mudah-mudahan MKGR bisa terus memberikan kader-kader terbaiknya.”

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa kekuatan Partai Golkar tidak hanya terletak pada struktur organisasi yang solid, tetapi juga pada kemampuan kader-kadernya dalam melakukan regenerasi secara berkesinambungan. Bagi Adde Rosi, keberhasilan partai di masa depan sangat ditentukan oleh kesiapan kader perempuan untuk tampil sebagai pemimpin, penggerak organisasi, sekaligus representasi aspirasi masyarakat.

Ia menekankan bahwa apa pun format sistem pemilu yang nantinya diterapkan, baik proporsional terbuka, tertutup maupun hybrid, kader perempuan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu berkompetisi secara sehat dan memberikan kontribusi nyata bagi partai serta masyarakat.

Kehadiran Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji dalam forum tersebut turut memberikan semangat dan optimisme bagi para peserta. Dalam arahannya, Sarmuji kembali menegaskan pentingnya pemenuhan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen sebagai amanat yang harus diwujudkan bersama oleh seluruh elemen Partai Golkar.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para peserta FGD, termasuk Adde Rosi yang menilai komitmen DPP Partai Golkar terhadap pemberdayaan perempuan semakin nyata. Tidak hanya melalui kebijakan afirmasi, tetapi juga melalui dukungan pendanaan dan program pembinaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader perempuan di berbagai tingkatan.

FGD yang diprakarsai KPPG ini juga menjadi ruang konsolidasi gagasan antarorganisasi perempuan Golkar. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai strategi pemenangan Pemilu 2029, mulai dari penguatan kaderisasi, peningkatan literasi politik perempuan, pemanfaatan teknologi digital dalam kampanye, hingga upaya memperluas partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan publik.

Ketua Umum PP KPPG, Hetifah Sjaifudian, yang juga menjabat Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar, turut memberikan arahan mengenai pentingnya membangun ekosistem politik yang inklusif dan memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkiprah.

Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan rekomendasi hasil FGD secara simbolis. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan strategis bagi DPP Partai Golkar dalam menyusun langkah-langkah politik menuju Pemilu 2029.

Bagi Adde Rosi Khoerunnisa, forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa gerakan perempuan Golkar tidak berhenti pada pemenuhan kuota semata, melainkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat. Melalui sinergi antara KPPG, MKGR, dan seluruh elemen Partai Golkar, ia optimistis perempuan akan memainkan peran yang semakin besar dalam mewujudkan kemenangan partai sekaligus menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.

FGD “Strategi Efektif Perempuan Partai Golkar Menuju Pemilu 2029” pun menjadi penanda kuat bahwa konsolidasi perempuan Golkar terus bergerak maju. Dengan dukungan penuh dari DPP Partai Golkar, arahan Sekjen M. Sarmuji, serta komitmen kader-kader perempuan seperti Adde Rosi Khoerunnisa, Partai Golkar berupaya menyiapkan generasi pemimpin perempuan yang mampu memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan bangsa dan kemenangan partai pada Pemilu 2029.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *