KOLAKA, SULTRA – BELA RAKYAT – Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan industri hilirisasi mineral sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat struktur industri nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Perindustrian ke Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat langsung potensi dan keunggulan kawasan industri, kesiapan fasilitas pendukung, penerapan teknologi pengolahan dan pemurnian nikel, serta kontribusi investasi terhadap pengembangan industri nasional. Dan hal yang terpenting adalah industri membuka lapangan kerja lokal, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menteri Sarmuji Tinjau Langsung Kesiapan Produksi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Perindustrian yang dalam papan sambutan tertulis sebagai Bapak Muhammad Sarmuji beserta delegasi disambut langsung oleh jajaran manajemen IPIP. Terlihat dalam video, Menteri Sarmuji mengenakan kemeja putih dengan rompi keselamatan berwarna kuning neon bertuliskan VIP dan helm putih.
Sepanjang kunjungan, Menteri Sarmuji didampingi seorang pria yang mengenakan seragam lapangan oranye-abu khas IPIP dengan helm putih. Pria tersebut berperan sebagai pemandu lapangan yang menjelaskan detail kawasan, peta masterplan, hingga progres pembangunan pabrik kepada Menteri. Ia juga tampak membawa peta kawasan saat diskusi di dalam kendaraan operasional tambang.
Di beberapa titik, Menteri juga didampingi oleh dua pria lain yang mengenakan batik dan rompi kuning sebagai bagian dari delegasi.
Saat berada di area smelter, manajemen IPIP melaporkan kesiapan operasional pabrik.
“Setelah kedatangan kita ini, ini insyaallah satu line sudah bisa commissioning. Betul, betul. Sudah bisa jalan. Pak Presiden datang sudah jalan semua,” ujar perwakilan IPIP kepada Menteri Sarmuji.
Menteri Sarmuji terlihat mengapresiasi progres tersebut sambil berdialog santai dan beberapa kali memberikan isyarat jempol.
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan dari dalam kendaraan menuju area konstruksi pabrik, pemaparan masterplan kawasan di ruang presentasi, serta melihat langsung instalasi pengolahan nikel yang menjulang.
Turut ditampilkan peta pengembangan kawasan IPIP yang terintegrasi dengan pelabuhan, serta peta jaringan bisnis global perusahaan.
Soroti Penyerapan 7.000 Tenaga Lokal Kolaka dan Proyeksi 50.000 Karyawan
Isu utama yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini adalah kontribusi investasi terhadap pembukaan lapangan kerja.
Berdasarkan penjelasan manajemen di lapangan, saat ini jumlah karyawan yang berasal dari Kabupaten Kolaka sendiri telah mencapai sekitar 7.000 orang.
“Kurang lebih dari Kabupaten Kolaka ini sekitar kurang lebih ada di angka tujuh ribu. Jumlah karyawan sementara sampai saat ini di sini,” jelasnya.
Ke depan, IPIP memproyeksikan penyerapan tenaga kerja akan melonjak signifikan hingga 50.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, 80 persen diprioritaskan untuk tenaga kerja lokal, baik lokal Indonesia maupun lokal Kolaka secara khusus.
“Diproyeksikan ke depannya sekitar 50 ribu karyawan itu nanti akan sampai di persentase 80 persen itu lokal. Maksud lokal di sini mungkin lokal di Indonesia maupun lokal Kolaka. Yang penting untuk mendukung produksi dalam negeri, ekosistem baterainya makin oke,” tambahnya.
Pihak manajemen juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat.
“Berterima kasih atas kedatangan dari Pak Menteri Perindustrian dan kami juga berharap bisa memberikan dampak ekonomi,” tutupnya.
Kunjungan ini menegaskan, pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi seperti IPIP di Pomalaa tidak hanya berorientasi pada hilirisasi nikel untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja massal dan penguatan struktur industri nasional.






