Ketum Pemuda LIRA Optimis Sarmuji Mampu Jawab Tantangan Industri: Soroti 6 Agenda Pemuda

JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Habibie Mahabbah, SIP, MM menyatakan optimisme atas dilantiknya Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Habibie menilai penunjukan Sarmuji bukan sekadar rotasi politik, melainkan momentum untuk membenahi sektor perindustrian agar lebih berpihak pada generasi muda. Ia yakin dengan rekam jejak politik dan manajerial Sarmuji, 6 agenda krusial pemuda di sektor industri bisa dijalankan.

Bacaan Lainnya

“Kami di Pemuda LIRA menyambut baik pelantikan Bang Sarmuji. Kami yakin beliau mampu. Ini bukan soal Golkar dapat jatah menteri, ini soal masa depan industri Indonesia yang akan diwarisi anak muda,” ujar Habibie di Jakarta, Kamis.

Pertama, soal lapangan kerja. Habibie menegaskan Pemuda LIRA akan mengawal agar pertumbuhan industri berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, jangan sampai pabrik canggih berdiri tapi operator dan tenaga ahlinya impor.

Kedua, hilirisasi yang pro-anak muda. Ia menyoroti program hilirisasi nikel, sawit, hingga rumput laut. Pemuda tidak boleh hanya jadi penonton. “Kita tagih aksesnya. Anak muda harus dilibatkan jadi pengusaha pengolah turunannya, dari baterai, kosmetik, hingga fashion. Buka rantai pasok untuk pengusaha muda,” tegasnya.

Ketiga, industri UMKM, bukan hanya konglomerat. Habibie menyebut selama ini Kemenperin identik dengan industri besar. Padahal 90 persen pemuda memulai dari UMKM. Ia berharap di tangan Sarmuji ada kemudahan SNI, akses mesin produksi murah, dan inkubasi industri kreatif untuk produk anak muda seperti sepatu lokal, skincare, dan kopi.

Keempat, industri hijau dan digital. Sebagai generasi yang akan mewarisi dampak lingkungan, Pemuda LIRA menagih komitmen industri hijau dan transisi energi di kawasan industri. Selain itu, kurikulum vokasi dan SMK harus disinkronkan dengan Industri 4.0 yang sudah berbasis AI dan robotik.

Kelima, soal harga dan daya beli. Habibie menilai kuatnya industri nasional harus berdampak langsung pada keterjangkauan harga. Jika industri baja, tekstil, dan pangan kuat, harga motor, baju, dan makanan harusnya lebih terjangkau bagi pemuda dan impor bisa ditekan.

Keenam, transparansi dan anti-kartel. Ini yang paling ditekankan Pemuda LIRA. Mengingat Sarmuji datang dari jabatan Sekjen partai, Habibie meminta kebijakan Kemenperin dijaga tetap fair dan tidak menjadi alat bagi-bagi proyek kelompok tertentu.

“Intinya jangan cuma ucapkan selamat. Kami di Pemuda LIRA yakin dengan kemampuan Menteri Sarmuji. Ukurannya jelas: berapa pabrik baru, berapa tenaga kerja muda terserap, dan berapa UMKM naik kelas jadi industri,” pungkas Habibie.

Ia menutup dengan menyatakan Pemuda LIRA siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Kementerian Perindustrian di bawah kepemimpinan M Sarmuji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *