Kunjungi Pasuruan, DPR Catat PR di Sektor Literasi dan Kepemudaan

PASURUAN – BELA RAKYAT –  Kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Pasuruan mengungkap sejumlah pekerjaan rumah pembangunan. Mulai dari minimnya tenaga pengelola perpustakaan hingga Indeks Pembangunan Pemuda yang masih tertinggal.

Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi X DPR RI Agung Widiyantoro di Kantor Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Agung mengatakan pihaknya sengaja menyerap aspirasi dari daerah untuk menjadi bahan rekomendasi kebijakan nasional bersama pemerintah.

“Kami mengapresiasi semua aspirasi, penjelasan, dan catatan dari para pemangku kepentingan di Pasuruan. Ini akan menjadi pertimbangan penting dalam Rapat Kerja kami dengan Pemerintah,” kata Agung.
Potret Pendidikan Pasuruan
Dari data yang dipaparkan, potret pendidikan di Pasuruan masih perlu digenjot. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan berada di angka 73,02. Harapan Lama Sekolah (HLS) 12,91 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) baru 7,47 tahun.

Di bidang literasi, Pasuruan sebenarnya punya modal kuat. Jaringan perpustakaannya cukup luas, inovasinya ada, dan warisan budayanya kaya seperti Prasasti Cunggrang dan Candi Kesiman Sukoreno. Hanya saja, pengelolaannya belum optimal karena keterbatasan SDM perpustakaan.
Diapresiasi Soal Riset, Disorot Soal Pemuda
Di sisi lain, Komisi X memberikan catatan positif untuk sektor riset dan inovasi. Pemerintah Kabupaten Pasuruan dinilai serius setelah membentuk Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Hasilnya, Indeks Inovasi Daerah Pasuruan naik hingga menyandang predikat Sangat Inovatif. Termasuk pengembangan Portal Satu Data Kabupaten Pasuruan yang dianggap memperkuat tata kelola data berbasis bukti.

Namun untuk kepemudaan, Komisi X memberi sorotan tajam. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Pasuruan tahun 2025 masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.

“Di satu sisi kami melihat komitmen riset dan inovasinya sangat baik. Tapi di sisi lain, keterbatasan SDM perpustakaan dan pembangunan kepemudaan masih menjadi tantangan yang harus segera diperkuat,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Agung menegaskan, butuh sinergi kuat antara pusat, daerah, dan seluruh stakeholder agar kualitas pendidikan, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, perpustakaan, serta riset dan statistik di Pasuruan bisa naik kelas dan berdaya saing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *