JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jerry Sambuaga memberikan pesan strategis untuk masa depan organisasi dalam acara Leadership Talkshow & Panel Session bertajuk “Make Over AMPI; Belajar dari Masa Lalu, Menjawab Hari Ini, Menyiapkan AMPI 5 Tahun ke Depan”.
Kegiatan yang dirangkai dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) AMPI tersebut menjadi forum refleksi dan proyeksi arah organisasi. Di hadapan pengurus DPP dan perwakilan daerah, Jerry Sambuaga menekankan bahwa tantangan AMPI ke depan tidak ringan.
Menurut Jerry, langkah paling penting yang harus dilakukan adalah konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
“Kalau saya boleh memberikan saran, mungkin yang paling penting adalah konsolidasi organisasi. Satu. Baik di DPP maupun di daerah. Musda-musda selesai di tingkat provinsi atau kabupaten/kota, di DPP juga selalu ada aktif ya. Nah, mungkin berangkat dari situ kita akan bisa melangkah ke tantangan selanjutnya,” ujar Jerry di Hotel Sahid, Jakarta, Ahad (27/9/2026) malam.
Ia mencontohkan apa yang sedang dilakukan di pusat, baik oleh Ketua Umum maupun Sekjen, dengan melakukan rekrutmen berbasis digital melalui KTA Digital. Sistem ini disebutnya sebagai instrumen modernisasi keanggotaan yang harus dimaksimalkan.
Lebih jauh, Jerry memberikan usul tajam terkait pola rekrutmen kader AMPI. Ia meminta agar AMPI tidak hanya sibuk merekrut dari internal Golkar saja.
“Artinya, perekrutan-perekrutan anggota atau pengkaderan khususnya kalau punya massanya AMPI itu idealnya kalau menurut saya, itu kita harus banyak keluar. Artinya, jangan hiruk di dalam hiruk,” katanya.
Jerry menjelaskan, di dalam keluarga besar Partai Golkar terdapat Tri Karya, Hasta Karya, dan SOKSI, di dalamnya ada SOKSI, Kosgoro, MKGR, dan organisasi Hasta Karya lainnya yang totalnya ada 10 organisasi pendiri dan yang didirikan. Selama ini, rekrutmen AMPI banyak bertumpu pada basis tersebut.
Namun, menghadapi agenda politik ke depan, terutama Pemilu, AMPI harus berani membuka diri merekrut dari luar.
“Tapi alangkah baiknya kalau ada juga yang direkrut dari luar masuk. Tentu kita pasti mengutamakan yang ada di Hasta Karya. Pasti, itu bagian dari hidup kita di Golkar. Baik dari SOKSI, dari MKGR, dari KOSGORO, dan karya-karya Hasta Karya yang lain, silahkan. Nah, tetapi selain itu, saya pikir ke depannya, apalagi di masa ke depannya menghadapi Pemilu dan yang lain, saya pikir kita harus banyak merekrut juga dari luar,” tegasnya.
Jerry pun menaruh harapan besar kepada kepemimpinan selanjutnya di bawah Ketum Dito Ariotedjo. Ia menilai Dito memiliki pengalaman lengkap sebagai anggota dewan, sebagai Ketua Umum pemuda, dan berbagai pengalaman organisasi lainnya sehingga mumpuni membawa AMPI ke arah rekrutmen yang lebih inklusif.
Menurutnya, keseimbangan rekrutmen internal dan eksternal sangat penting karena AMPI memiliki agenda politik yang jelas, yakni menyerap calon legislatif dan membantu fungsi elektoral Partai Golkar.
“Karena bagaimanapun juga AMPI juga punya agenda-agenda politik. Seperti yang tadi Mbak Nita bilang, menyerap caleg, ya kan, lalu juga membantu Golkar dalam fungsi elektoral dan seterusnya. Jadi kalau menurut saya bisa memberikan sedikit usul, rekrutmen-rekrutmen itu idealnya memang itu seimbang, tidak hanya dari dalam tetapi juga dari luar,” jelasnya.
“Supaya yang belum Golkar, jadi Golkar. Yang belum AMPI, jadi AMPI. Yang ujung-ujungnya nanti akan menambah suara untuk Partai Golkar dalam Pemilu yang akan datang,” pungkas Jerry yang disambut tepuk tangan peserta Rapimnas.
Pesan Jerry tersebut menjadi penegas bahwa “Make Over AMPI” tidak hanya soal pembenahan struktur, tetapi juga transformasi strategi kaderisasi untuk menjadikan AMPI sebagai mesin elektoral yang relevan dan ekspansif dalam lima tahun ke depan.






