SUKABUMI – Ketersediaan beras di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, dipastikan dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Kepastian ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Heri Gunawan usai melakukan peninjauan langsung ke gudang penyimpanan beras milik Perum Bulog.
Dalam kunjungan kerja pengawasan di Kompleks Pergudangan Pasirhalang, Cianjur, Hergun—sapaan akrab Heri Gunawan—menyebut stok beras yang tersedia saat ini berada dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga momentum hari besar keagamaan.
“Stok yang ada sudah sesuai standar operasional dan aman untuk menghadapi Iduladha,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data hasil peninjauan, jumlah cadangan beras di gudang Pasirhalang mencapai sekitar 3.500 ton. Angka ini dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat Sukabumi dalam jangka pendek, sekaligus menepis isu kelangkaan beras yang sempat beredar.
Hergun menegaskan bahwa informasi mengenai krisis pasokan beras tidak berdasar. Ia memastikan distribusi berjalan normal dan stok dalam kondisi terkendali.
Di sisi lain, kebutuhan beras di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi diperkirakan menyentuh angka 4.000 ton per bulan. Untuk itu, ia menilai pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok, distribusi, serta stabilitas harga di tingkat petani.
Sementara itu, pihak Bulog melalui Pemimpin Cabang Cianjur, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa total cadangan beras di wilayah kerja Cianjur secara keseluruhan berada di kisaran 20 hingga 22 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 9.200 ton dialokasikan untuk wilayah Sukabumi.
“Dengan stok yang tersedia saat ini, kebutuhan hingga Iduladha sangat aman,” jelasnya.
Bulog juga memastikan distribusi beras tetap lancar melalui mekanisme mobilisasi stok antarwilayah di Jawa Barat. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan dipastikan stabil dan mencukupi hingga perayaan Iduladha mendatang.






