Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS
Hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Ia bukan sekadar pergantian hari dalam kalender, melainkan momentum spiritual yang sarat makna, penuh keberkahan, dan menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam
Hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa hari ini memiliki keutamaan yang tidak dimiliki hari-hari lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Jumat bukan hanya hari ibadah, tetapi juga hari yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan umat manusia.
Waktu Mustajab di Hari Jumat
Salah satu keistimewaan terbesar hari Jumat adalah adanya waktu mustajab, yaitu waktu di mana doa-doa sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang muslim berdiri melaksanakan shalat lalu berdoa memohon sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu itu, melainkan Allah pasti memberinya.”
(HR. Bukhari No. 935 & Muslim No. 852)
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu tersebut, namun dua pendapat yang paling kuat adalah:
1. Saat Khutbah hingga Selesai Shalat Jumat
“Yaitu antara duduknya imam di atas mimbar sampai selesainya shalat.”
(HR. Muslim No. 853)
2. Setelah Ashar hingga Menjelang Maghrib
“Carilah di akhir waktu setelah Ashar.”
(HR. Abu Dawud & Nasa’i)
Pendapat kedua ini banyak dipegang oleh sahabat seperti Abu Hurairah dan Abdullah bin Salam, sehingga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Dalil Al-Qur’an tentang Hari Jumat
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli…”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)
Dan dilanjutkan:
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, serta ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu’ah: 10)
Ayat ini menegaskan keseimbangan antara ibadah dan aktivitas dunia, namun dengan prioritas utama pada kewajiban kepada Allah.
Amalan Utama di Hari Jumat
Untuk meraih keberkahan maksimal, ada beberapa amalan yang dianjurkan:
1. Memperbanyak Shalawat
“Perbanyaklah shalawat kepadaku di hari Jumat…”
(HR. Abu Dawud)
2. Membaca Surah Al-Kahfi
“Barangsiapa membaca Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dipancarkan cahaya baginya antara dua Jumat.”
(HR. Hakim)
3. Mandi dan Berpenampilan Baik
Datang lebih awal ke masjid, memakai pakaian bersih dan wangi adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Terutama pada waktu sore hari menjelang Maghrib.
5. Shalat Sunnah dan Doa
Memanfaatkan waktu-waktu mustajab dengan doa yang khusyuk.
Adab Berdoa Agar Lebih Mustajab
Rasulullah SAW mengajarkan adab dalam berdoa:
“Jika salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah memulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi…”
(HR. Tirmidzi)
Adab ini menunjukkan bahwa doa bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk ibadah yang memiliki tata cara.
Sejarah Hari Jumat
Sejarah hari Jumat sudah dimulai sejak masa Nabi Adam AS. Dalam hadis disebutkan:
1. Nabi Adam diciptakan pada hari Jumat
2. Dimasukkan ke surga pada hari Jumat
3. Diturunkan ke bumi juga pada hari Jumat
Dalam sejarah Islam, hari Jumat mulai disyariatkan sebagai hari ibadah khusus sejak masa Rasulullah SAW di Madinah. Shalat Jumat pertama kali dilaksanakan secara berjamaah sebagai pengganti shalat Dzuhur pada hari tersebut, sekaligus menjadi sarana dakwah melalui khutbah.
Hari Jumat juga memiliki dimensi sosial dan politik dalam Islam, karena khutbah Jumat sering menjadi media penyampaian pesan kepada umat.
Hikmah Dirahasiakannya Waktu Mustajab
Para ulama menjelaskan bahwa waktu mustajab sengaja dirahasiakan agar umat Islam:
1. Menghidupkan seluruh hari Jumat dengan ibadah
2. Tidak hanya fokus pada satu waktu tertentu
3. Lebih konsisten dalam berdoa dan berdzikir
Ini menunjukkan bahwa Islam mendorong kontinuitas ibadah, bukan hanya momentum sesaat.
Penutup: Strategi Menghidupkan Hari Jumat
Agar tidak melewatkan keberkahan hari Jumat, berikut strategi yang bisa dilakukan:
1. Awali dengan shalat tahajud di sepertiga malam
2. Perbanyak shalawat dan istighfar sejak pagi
3. Membaca Surah Al-Kahfi
4. Datang lebih awal ke masjid
Memanfaatkan waktu antara khutbah dan setelah Ashar untuk berdoa
Hari Jumat adalah hadiah mingguan bagi umat Islam. Ia datang secara rutin, namun keberkahannya luar biasa. Maka, siapa yang memanfaatkannya dengan baik, ia termasuk orang-orang yang beruntung.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang mampu menghidupkan hari Jumat dengan amal terbaik dan doa-doa yang dikabulkan. Aamiin.






