JAKARTA – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong penguatan parlemen yang responsif gender di kawasan ASEAN. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIPB UI), yang bertujuan mendiseminasikan hasil pertemuan Women Parliamentarians of AIPA (WAIPA).
Dalam keterangannya, Habib Aboe menekankan bahwa tema WAIPA tahun ini, yakni penguatan parlemen responsif gender menuju ASEAN yang inklusif dan siap menghadapi masa depan, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret di tingkat nasional maupun regional.
“Kami melihat bahwa meskipun sudah ada kemajuan, tantangan kesetaraan gender di kawasan ASEAN masih cukup besar, baik dari sisi representasi perempuan di parlemen, akses terhadap kepemimpinan, maupun hambatan sosial dan struktural yang masih terjadi,” ujar Habib Aboe kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Ia menilai, keterlibatan kalangan akademisi menjadi sangat penting untuk memperkaya kebijakan berbasis data dan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan FIPB UI diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif.
“Kami membutuhkan masukan berbasis riset dan data agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar transformatif,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, BKSAP juga mendorong lahirnya indikator yang jelas terkait konsep gender-transformative parliament. Indikator ini dinilai penting sebagai tolok ukur konkret dalam menilai keberhasilan kebijakan parlemen yang berpihak pada kesetaraan gender.
Selain itu, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta integrasi perspektif gender dalam seluruh siklus kebijakan publik.
“Ke depan, kita harus memiliki ukuran yang jelas untuk menilai sejauh mana parlemen benar-benar responsif terhadap isu gender. Ini penting agar setiap kebijakan memiliki dampak nyata,” kata Habib Aboe.
BKSAP DPR RI juga berharap kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan dengan FIPB UI, baik dalam bentuk kajian akademik, penyusunan policy brief, maupun rekomendasi strategis yang dapat dibawa ke forum-forum antarparlemen di tingkat ASEAN.
“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya hadir dalam forum regional, tetapi juga menjadi penggerak gagasan dalam mendorong kesetaraan gender dan pembangunan yang inklusif,” pungkasnya.






