JAKARTA — Gemerlap malam penutupan JAKFEST Vol.500 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026), menjelma menjadi panggung kebangkitan sekaligus perayaan musikal yang membekas di hati ribuan penonton. Festival yang berlangsung selama tiga hari, sejak 12 hingga 14 Juni 2026 itu mencapai klimaksnya saat ARZUNA Band tampil memukau, menghidupkan suasana dengan energi, harmoni, dan pesan kemanusiaan yang kuat melalui setiap nada yang mereka lantunkan.
Di bawah langit ibu kota yang penuh cahaya, ARZUNA Band sukses menyatukan ribuan pasang mata dan telinga dalam satu frekuensi kegembiraan. Tembang-tembang populer milik D’Masiv, Nidji, Sheila On 7, Noah, hingga Armada dibawakan dengan aransemen yang segar dan penuh karakter. Sorak penonton seolah menjadi gelombang yang terus mengalun, membuktikan bahwa musik masih menjadi bahasa universal yang mampu menembus sekat usia, profesi, maupun latar belakang sosial.
Band asal Bekasi yang digawangi Roger pada vokal, Budi pada bass, Anjar pada keyboard, Andi pada drum, serta duet gitaris Ipul dan Aziz tersebut tampil penuh percaya diri sejak lagu pembuka hingga penghujung penampilan. Kekompakan para personel menjadi fondasi utama yang membuat setiap komposisi terdengar matang dan berkelas. Penonton pun tampak larut dalam suasana, bernyanyi bersama sambil mengabadikan momen yang diyakini menjadi salah satu penampilan terbaik sepanjang gelaran JAKFEST Vol.500.
Menariknya, keberhasilan penampilan tersebut hadir setelah sehari sebelumnya ARZUNA Band batal tampil akibat situasi yang berkembang di area kegiatan. Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, terdapat dugaan gangguan terhadap fasilitas panggung yang dipicu ketidakpuasan sejumlah oknum tenant bazar UMKM terhadap perilaku oknum panitia penyelenggara. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat putusan maupun keterangan resmi dari pihak berwenang yang menyatakan adanya pelanggaran hukum tertentu, sehingga seluruh pihak tetap wajib mengedepankan asas praduga tak bersalah sebagaimana dijamin dalam sistem hukum Indonesia.
Dalam perspektif hukum, penyelenggaraan kegiatan publik sejatinya harus menjunjung prinsip ketertiban, keamanan, dan perlindungan hak seluruh pihak sebagaimana semangat yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan terkait penyelenggaraan kegiatan masyarakat. Perbedaan pendapat maupun ketidakpuasan semestinya disalurkan melalui mekanisme dialog dan musyawarah, bukan tindakan yang berpotensi menghambat hak pihak lain. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga iklim kreatif, ekonomi kerakyatan, dan kebebasan berekspresi yang sehat di ruang publik.
Pada puncak penampilannya, ARZUNA Band membawakan karya orisinal berjudul “Papa”, sebuah lagu yang sarat makna tentang kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya. Dengan lirik yang menyentuh dan nuansa emosional yang kuat, lagu tersebut mengajak publik untuk memahami bahwa sosok ayah sering kali terlihat tegas dan sederhana dalam mengekspresikan perasaan, namun sesungguhnya menyimpan cinta yang begitu besar bagi keluarga. Sejenak, hiruk-pikuk festival berubah menjadi ruang perenungan yang menghangatkan hati para penonton.
Roger, selaku vokalis ARZUNA Band, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan luar biasa yang diberikan masyarakat, “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh penonton yang tetap memberikan dukungan dan energi positif. Musik mengajarkan kami untuk terus bangkit dalam keadaan apa pun. Melalui lagu ‘Papa’, kami ingin menyampaikan pesan bahwa cinta seorang ayah sering kali tidak banyak terucap, tetapi selalu hadir dalam setiap perjuangan hidup anak-anaknya. Malam ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami,” ujar Roger kepada awak media, Minggu (14/6/2026).
Sementara itu, Bunda Oonk selaku Manajemen ARZUNA Band menyampaikan apresiasi khusus kepada Den Cupank dan Delva Surya Helmi yang dinilai memiliki peran penting dalam kelancaran komunikasi dan koordinasi hingga akhirnya penampilan ARZUNA Band dapat terwujud dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Den Cupank yang sejak awal menjadi MC, pengatur jalannya acara, sekaligus penyambung koordinasi antara ARZUNA Band dan berbagai pihak terkait. Di tengah situasi yang sempat tidak kondusif sehari sebelumnya, beliau menunjukkan dedikasi, kesabaran, dan profesionalisme yang luar biasa. Berkat komunikasi yang baik serta semangat kebersamaan dari semua pihak, ARZUNA Band akhirnya dapat tampil dan memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat. Semoga semangat kolaborasi seperti ini terus menjadi teladan dalam setiap penyelenggaraan event ke depan.” Pungkasnya.
Penampilan ARZUNA Band pada malam penutupan JAKFEST Vol.500 bukan sekadar pertunjukan musik. Ia menjadi simbol bahwa harmoni dapat lahir dari dinamika, bahwa komunikasi mampu mengalahkan kebuntuan, dan bahwa seni selalu menemukan jalannya untuk menyatukan manusia. Dari panggung bersejarah di Lapangan Banteng, pesan itu mengalir seperti puisi yang hidup: ketika nada dan niat baik bertemu, maka harapan akan selalu menemukan suaranya.
(CP/red)






