DELI SERDANG – BELA RAKYAT – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memanfaatkan diplomasi parlemen untuk memperluas akses investasi internasional. Menurutnya, Deli Serdang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat industri halal yang mampu menembus pasar global.
Hal tersebut disampaikan Habib Aboe dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (27/10).
Habib Aboe menilai, potensi investasi yang dimiliki Deli Serdang perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Ia menyoroti besarnya porsi Penanaman Modal Asing (PMA) di daerah tersebut sebagai indikator bahwa Deli Serdang memiliki daya tarik bagi investor global.
“Deli Serdang memiliki magnet global. Ini modal yang sangat baik bagi daerah untuk terus berkembang. Namun, tugas kita sekarang bukan sekadar meningkatkan investasi, melainkan memastikan investasi tersebut naik kelas dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Habib Aboe.
Menurutnya, keberhasilan menarik investor harus diikuti dengan strategi pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.
Habib Aboe secara khusus menyoroti kawasan industri Tanjung Morawa yang dinilainya memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat industri halal berorientasi ekspor.
Ia menjelaskan, permintaan produk halal di pasar internasional mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, hingga farmasi. Peluang tersebut perlu ditangkap melalui strategi investasi yang tepat dan dukungan kebijakan yang terintegrasi.
“Kalau kita melihat perkembangan pasar global, produk halal memiliki peluang yang sangat besar. Deli Serdang mempunyai modal berupa kawasan industri, kedekatan dengan sumber bahan baku pertanian, serta akses menuju pelabuhan dan bandara internasional,” katanya.
“Ini peluang yang harus kita tangkap. Kita bisa menawarkan kepada investor global untuk membangun industri manufaktur produk halal di Deli Serdang. Dengan begitu, daerah ini tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat produksi yang memasok kebutuhan pasar internasional,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pengembangan industri halal dapat menjadi strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Kehadiran industri pengolahan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas kesempatan kerja, serta membuka peluang kemitraan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lebih jauh, Habib Aboe menegaskan bahwa diplomasi parlemen dapat menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pasar internasional.
Menurutnya, BKSAP DPR RI memiliki peluang untuk mempromosikan potensi Deli Serdang melalui jaringan kerja sama antarparlemen, termasuk melalui Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), forum kerja sama parlemen negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“BKSAP memiliki jaringan diplomasi yang bisa kita manfaatkan untuk membuka pintu kerja sama ekonomi. Kita dapat mempromosikan Tanjung Morawa sebagai tujuan investasi atau Halal Hub bagi investor dari negara-negara potensial seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Uni Emirat Arab,” ungkapnya.
Ia menilai, pendekatan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui promosi investasi yang terarah, pemetaan kebutuhan investor, serta kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan informasi mengenai peluang usaha dan dukungan kebijakan yang tersedia.
“Diplomasi jangan berhenti pada pertemuan dan pembicaraan. Harus ada tindak lanjut yang konkret. Potensi daerah perlu kita kemas menjadi tawaran investasi yang menarik, sehingga jejaring internasional yang dimiliki parlemen bisa memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Habib Aboe berharap kunjungan kerja BKSAP ke Deli Serdang dapat menjadi awal penguatan sinergi antara diplomasi parlemen dan agenda pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan potensi ekonomi Deli Serdang dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah tentu lebih memahami potensi dan kebutuhan wilayahnya. Sementara itu, BKSAP memiliki jalur diplomasi dan jejaring internasional. Kalau dua kekuatan ini disinergikan, kita bisa membuka peluang yang lebih luas bagi daerah untuk mendapatkan investasi dan memperluas pasar produknya,” tutur Habib Aboe.
Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan kesiapan daerah dalam mengidentifikasi sektor unggulan, menyiapkan proyek investasi yang kompetitif, serta memastikan masyarakat lokal ikut menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
“Kita ingin Deli Serdang semakin dikenal di dunia internasional. Bukan hanya dikenal karena letak geografisnya, tetapi juga karena kemampuan daerah ini menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global. BKSAP dan pemerintah daerah harus berjalan bersama untuk mewujudkan peluang tersebut,” pungkasnya.






