Wamensos Buka BBKT 2026: Karang Taruna Jaktim Siap Bangkit Lewat Kerja Nyata

JAKARTA TIMUR – BELA RAKYAT –  Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono membuka kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026 sekaligus Festival Parade Budaya Jakarta yang digelar Karang Taruna Kota Administrasi Jakarta Timur di kawasan Pintu Air Banjir Kanal Timur (BKT), Malaka Sari, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “Berbakti, Mengabdi untuk Jakarta. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-66.

Tak hanya itu, kegiatan itu, tidak sekadar menjadi ajang perayaan organisasi. BBKT 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi sosial, pemberdayaan pemuda, pelestarian budaya, pelayanan publik, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPD RI Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Drs. Rudy Syahrul, M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Wakil Camat Duren Sawit Andri Priwitama Maila, perwakilan kepolisian, jajaran pemerintah kelurahan, serta unsur Karang Taruna dari 10 kecamatan dan 65 kelurahan di Jakarta Timur serta undangan organisasi lain.

Ketua Pelaksana BBKT 2026, R. Lintang Fisutama, menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi momentum kebangkitan Karang Taruna sebagai kekuatan sosial yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Lintang, besarnya perhatian dan dukungan berbagai pihak terhadap BBKT 2026 harus dijawab dengan pengabdian yang berkelanjutan, bukan berhenti pada kemeriahan acara.

“Lihat siapa saja yang hadir bersama kita hari ini. Mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap Karang Taruna, memberikan perhatian, dan membuka ruang untuk berjalan bersama. Kehadiran mereka harus menjadi penyemangat bagi kita untuk bekerja lebih keras,” ujar Lintang kepada wartawan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menekankan, kepercayaan tersebut harus dibalas melalui kerja nyata. Karang Taruna tidak cukup hanya dikenal sebagai organisasi kepemudaan, tetapi harus mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial.

Lintang juga mengajak seluruh jajaran Karang Taruna untuk kembali menghidupkan cita-cita para pendirinya, yakni menjadi kekuatan sosial yang membantu pemerintah menangani persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Matahari terbit dari timur. Dari Jakarta Timur, mari kita bangkitkan kembali semangat Karang Taruna. Kita memiliki jaringan hingga 539 Unit RW, 65 kelurahan, dan 10 kecamatan. Ini bukan sekadar angka, melainkan kekuatan besar yang harus digerakkan untuk pengabdian,” katanya.

Gugum: Karang Taruna Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Ketua Karang Taruna Kota Administrasi Jakarta Timur, Gumirlang atau yang akrab disapa Gugum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Karang Taruna yang telah bekerja menyukseskan BBKT 2026.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan mampu menghadirkan ruang positif bagi pemuda sekaligus memperkuat hubungan antara organisasi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Gugum berharap BBKT dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan dan ikon kegiatan sosial serta kebudayaan di kawasan BKT Jakarta Timur.

“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton pembangunan. Karang Taruna harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus hadir, bergerak, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial,” ujarnya.

Dengan jaringan yang menjangkau 539 Unit RW, 65 kelurahan, dan 10 kecamatan, Gugum menilai Karang Taruna memiliki potensi besar untuk menggerakkan kepedulian sosial hingga tingkat lingkungan.

Parade Budaya hingga Pelayanan Publik

BBKT 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari Festival Parade Budaya Jakarta, jalan sehat, bazar UMKM, pertunjukan seni, kegiatan olahraga, hingga aktivitas ramah anak. Berbagai layanan publik juga dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan dalam satu kawasan kegiatan.

Layanan tersebut mencakup informasi pelayanan PTSP, BPJS Ketenagakerjaan, edukasi kebencanaan dari pemadam kebakaran, edukasi pemilahan sampah, serta informasi dan pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) Transjakarta bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan simbolis KLG Transjakarta kepada perwakilan Karang Taruna. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas informasi mengenai akses transportasi publik gratis sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2025.

Selain pelayanan publik, BBKT 2026 turut mengedepankan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim, bantuan sembako bagi masyarakat dhuafa, serta penyerahan kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Dukungan sosial juga melibatkan sejumlah, mitra, di antaranya Bakrie Amanah, Baitul Maal Madani (BMM), BPJS Ketenagakerjaan, dan Transjakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Karang Taruna dapat menjadi penghubung antara program pemerintah, dukungan dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Mengubah Semangat Menjadi Dampak

Bagi Lintang, keberhasilan BBKT tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun dalam BBKT 2026 dapat berlanjut menjadi program sosial yang berkesinambungan, mulai dari pemberdayaan pemuda dan UMKM, pelayanan masyarakat, pelestarian budaya, hingga pendampingan warga yang membutuhkan.

“Pemerintah memiliki program, Karang Taruna memiliki jaringan, dan masyarakat adalah penerima manfaatnya. Ketiganya harus terhubung dalam kolaborasi nyata. Jangan berhenti pada seremoni, tetapi lanjutkan dengan kerja yang hasilnya bisa dirasakan warga,” ujarnya.

Melalui BBKT 2026, Karang Taruna Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda sebagai mitra pembangunan sekaligus kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Karang Taruna Bergerak, Jakarta Timur Berdampak. Berbudaya, Berkarya, Berdaya, dan Berbagi untuk Sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *