Menteri Meutya Bahas Kolaborasi Digital untuk UMKM Bersama Kementerian UMKM

JAKARTA – BELA RAKYAT – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Meutya melalui akun Instagram pribadinya meutya hafid, usai melakukan diskusi bersama Kementerian UMKM.

Bacaan Lainnya

“Teknologi digital bisa membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tulis Meutya dalam unggahannya.

Dalam pertemuan tersebut, Menkomdigi mendorong penguatan sinergi dengan KemenUMKM untuk memperluas akses pasar UMKM melalui platform digital. Pertemuan ini didokumentasikan dalam unggahan terbaru yang menyebut  “Menkomdigi Dorong Kolaborasi dengan KemenUMKM untuk Perluas Pemanfaatan Teknologi Digital bagi UMKM”.

Menurut Meutya, digitalisasi menjadi bagian penting dari perjalanan UMKM untuk naik kelas. Mulai dari memperluas akses pasar, memanfaatkan platform digital, hingga meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Mulai dari memperluas akses pasar, memanfaatkan platform digital, hingga meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, digitalisasi dapat menjadi bagian penting dari perjalanan UMKM untuk berkembang,” terangnya.

Meutya juga menekankan bahwa kolaborasi lintas kementerian menjadi langkah penting agar transformasi digital tidak hanya dirasakan oleh sektor besar, tetapi juga semakin dekat dengan pelaku usaha di berbagai daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Kemkomdigi sebelumnya yang siap memfasilitasi pelatihan-pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM. Dalam berbagai kesempatan, Meutya menyebut digitalisasi membuat percepatan penjualan, terutama bagi pelaku UMKM perempuan yang mendominasi 64,5% atau 37 juta unit UMKM di Indonesia.

“Digitalisasi itu membuat percepatan, kita berharap penjualan ibu-ibu bisa meningkat kalau menggunakan platform digital,” ujar Meutya seperti dikutip dalam keterangan resmi kementerian.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *