Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimanyan Selatan I
Jika Allah memberi gelar pada hari, maka Jumat adalah rajanya. Rasulullah tidak menyebut Senin, Selasa, atau Ahad sebagai penghulu. Beliau khususkan satu nama: Sayyidul Ayyam.
1. Apa Arti Sayyidul Ayyam dan Dalilnya?
Sayyid artinya pemimpin, penghulu, yang paling mulia. Ayyam artinya hari-hari. Jadi Sayyidul Ayyam = Pemimpin segala hari.
Ini bukan istilah budaya, tapi langsung dari lisan Rasulullah SAW:
Dalil 1 – Hadis Induk Keutamaan Jumat:
Dari Abu Lubabah bin Abdul Mundzir RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya hari Jumat adalah penghulu segala hari (sayyidul ayyam) dan hari yang paling agung di sisi Allah. Bahkan di sisi Allah, ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani)
Dalil 2 – Hadis Penciptaan dan Kiamat:
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.”
(HR. Muslim No. 854 dan Tirmidzi)
Dalil 3 – Perintah Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Satu-satunya hari yang punya surat khusus bernama Al-Jumu’ah.
2. Sejarah: Kenapa Dinamakan Jumat?
Dulu orang Arab menyebut hari Jumat dengan Yaumul ‘Arubah.
Kisah sejarah menyebutkan, yang pertama kali menamakan Jumat adalah Ka’ab bin Lu’ay, kakek buyut Rasulullah SAW yang ke-7. Dia mengumpulkan kaum Quraisy di hari itu. Di hari itu mereka berkumpul (ijtima’), bermusyawarah, mendengar nasihat. Dari kata jama’a – yajma’u yang artinya berkumpul, maka disebut Yaumul Jumu’ah.
Allah kemudian kekalkan nama itu, karena Islam memang agama yang mengumpulkan. Shalat 5 waktu mengumpulkan warga kampung, shalat Jumat mengumpulkan satu kota, Haji mengumpulkan seluruh dunia.
3. Kisah-Kisah Besar Yang Terjadi di Hari Jumat
Jumat bukan hari biasa, ia adalah hari takdir besar:
a. Kisah Adam AS. Di hari Jumat Allah ciptakan Adam dengan tangan-Nya, ditiupkan ruh, diajarkan nama-nama, dimasukkan ke surga, lalu diturunkan ke bumi sebagai khalifah. Awal sejarah manusia dimulai di Jumat.
b. Kisah Taubat yang Diterima. Sebagian ulama tafsir menyebutkan, taubat Adam AS diterima Allah juga pada hari Jumat.
c. Kisah Waktu Mustajab. Rasulullah menceritakan ada satu momen di hari Jumat, jika seorang hamba berdoa bertepatan dengan momen itu, pasti dikabulkan.
“Pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim berdiri shalat dan berdoa memohon sesuatu kepada Allah, bertepatan dengan waktu itu, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Para ulama berbeda pendapat kapan waktunya. Yang paling kuat: antara duduknya khatib sampai selesai shalat, dan di akhir waktu Ashar sampai Maghrib. Itulah kenapa orang-orang shalih betah di masjid sore Jumat.
4. Keistimewaan Jumat Yang Tidak Dimiliki Hari Lain 1. Hari Raya Pekanan Umat Islam. Rasulullah menyebut Jumat sebagai ‘Id bagi kaum muslimin. 2. Sedekah di Jumat Pahalanya Dilipatgandakan.
Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jumat dibandingkan hari lain, seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”
3. Meninggal di Hari Jumat Tanda Husnul Khatimah. “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad & Tirmidzi – hasan)
4. Cahaya di Antara Dua Jumat. Membaca Al-Kahfi menjadi pelindung dari fitnah Dajjal di zaman ini.
5. Amalan Sayyidul Ayyam – Jangan Hanya Ganti Baju Koko Saja
Jumat mulia, tapi banyak dari kita hanya memuliakan dengan baju baru.
Rasulullah mengajarkan amalan ruhiyah:
1. Mandi Sunnah, Pakai Wewangian, dan Bersegera
“Barangsiapa mandi di hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat di awal waktu…” (HR. Bukhari). Mandinya seperti mandi junub, niat mengagungkan hari Jumat.
2. Membaca Surah Al-Kahfi
“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim, dishahihkan Al-Albani)
Bukan harus 110 ayat sekaligus, boleh dicicil habis Subuh, habis Jumat, habis Ashar.
3. Perbanyak Shalawat
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Baihaqi)
Di hari Sayyidul Ayyam, kita perbanyak shalawat kepada Sayyidul Anam (Pemimpin seluruh manusia).
4. Datang Lebih Awal dan Diam Mendengarkan Khutbah. Malaikat berdiri di pintu masjid mencatat. Jika khatib naik mimbar, buku catatan ditutup. Jangan main HP, jangan ngobrol, bahkan menegur orang “diam” saja bisa menghilangkan pahala Jumat.
5. Perbanyak Doa, Dzikir, Istighfar, dan Sedekah. Khususnya di waktu Ashar hingga Maghrib.
6. Kekinian: Apa Makna Jumat Untuk Kita Hari Ini?
Di zaman sekarang, Jumat sering terasa sama seperti hari lain. Kita burnout, kerja dari Senin sampai Jumat, lalu Jumat dianggap hanya “akhirnya weekend”.
Padahal Islam mengajarkan sebaliknya: Jumat adalah hari Reset Ruhani. Senin-Kamis kita lelah mengejar dunia. Allah kasih satu hari bernama berkumpul. Berhenti sejenak dari jual beli, dari notifikasi, dari meeting. Kita duduk bahu ke bahu tanpa kasta, mendengar nasihat. Itu adalah mental health healing paling syar’i.
Jumat adalah hari Keberkahan Rezeki. Banyak anak muda mengejar Jumat Berkah dengan bagi-bagi makanan. Itu bagus. Tapi berkah Jumat yang sesungguhnya adalah berkah waktu. Satu doa di hari Jumat bisa mengubah hidupmu setahun. Satu sedekah di hari Jumat bisa menjadi naungan di hari kiamat yang juga terjadi di hari Jumat.
Jangan Jadikan Jumat Hari Maksiat. Ironis, malam Jumat yang seharusnya malam memperbanyak shalawat dan Al-Kahfi, oleh sebagian budaya justru diidentikkan dengan hal mistis dan maksiat. Luruskan. Malam Jumat adalah malam cahaya, bukan malam kegelapan.
Kalau Allah memberi gelar pada hari, maka Jumat adalah rajanya. Rasulullah tidak menyebut Senin atau Selasa sebagai penghulu. Beliau khususkan satu nama: sayyidul ayyam, penghulu segala hari.
1. Apa arti sayyidul ayyam dan apa dalilnya?
Sayyid artinya pemimpin. Ayyam artinya hari-hari. Jadi sayyidul ayyam adalah pemimpin segala hari.
Ini bukan istilah budaya, tapi langsung dari lisan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
Dalil pertama: “Sesungguhnya hari Jumat adalah penghulu segala hari dan hari yang paling agung di sisi Allah. Bahkan di sisi Allah, ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)
Dalil kedua: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.”
(H.R. Muslim)
Dalil ketiga: Allah bahkan mengabadikan namanya menjadi nama surat: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (Q.S. Al-Jumu’ah: 9)
Allah kekalkan nama Jumat itu, karena Islam adalah agama yang mengumpulkan. Shalat lima waktu mengumpulkan satu kampung, shalat Jumat mengumpulkan satu kota, haji mengumpulkan seluruh dunia.
2. Kisah besar di balik hari Jumat
Kisah Nabi Adam. Awal sejarah manusia dimulai di hari Jumat. Di hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, bertaubat dan diterima taubatnya, hingga diturunkan ke bumi sebagai khalifah.
Kisah waktu mustajab. Di hari Jumat ada satu momen rahasia, jika seorang hamba berdoa tepat di waktu itu, pasti dikabulkan.
“Pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengan waktu itu, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ulama menjelaskan, waktu paling kuat ada di dua waktu: saat khatib duduk di antara dua khutbah sampai shalat selesai, dan sore hari setelah Ashar sampai Maghrib. Karena itu orang-orang saleh betah berlama-lama di masjid di sore Jumat.
3. Keistimewaan yang tidak dimiliki hari lain
1. Disebut sebagai hari raya pekanan umat Islam.
2. Pahala sedekah dilipatgandakan. Ibnul Qayyim berkata, sedekah di hari Jumat seperti sedekah di bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya.
3. Meninggal di hari Jumat dilindungi dari fitnah kubur. “Tidaklah seorang muslim meninggal di hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (H.R. Tirmidzi)
4. Menjadi pelindung di antara dua Jumat bagi pembaca Al-Kahfi.
5. Amalan yang jangan ditinggalkan di hari Jumat
1. Mandi sunnah dan bersegera. Mandinya seperti mandi junub, dengan niat mengagungkan syiar Allah.
2. Membaca surah Al-Kahfi. “Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (H.R. Hakim). Boleh dicicil, ba’da Subuh, ba’da Jumat, dan ba’da Ashar.
3. Memperbanyak shalawat. Di hari sayyidul ayyam, kita perbanyak shalawat kepada sayyidul anam, pemimpin seluruh manusia. “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat.” (H.R. Baihaqi)
4. Diam dan dengarkan khutbah. Malaikat menutup buku catatan saat khatib naik mimbar. Jangan main HP, jangan mengobrol.
5. Perbanyak doa di ujung hari. Itu waktu emas untuk minta apa saja, minta ampun, minta jodoh yang baik, minta lapang rezeki, dan minta husnul khatimah.
6. Pesan untuk hari ini
Hari ini banyak dari kita menganggap Jumat hanya sebagai tanda weekend akan datang. Padahal bagi orang beriman, Jumat adalah tanda reset ruhani.
Senin sampai Kamis kita kejar dunia sampai lelah. Allah beri Jumat untuk berhenti sejenak. Tinggalkan jual beli, tinggalkan notifikasi, duduk sama rendah di masjid.
Jangan jadikan malam Jumat sebagai malam mistis. Malam Jumat adalah malam cahaya, malam shalawat, malam Al-Kahfi.
Teruslah berbuat baik meskipun melelahkan, karena lelahnya akan hilang, namun pahalanya akan terus mengalir. Jadikan hari Jumat sebagai awal yang baik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Semoga setiap Jumat kita lebih baik dari Jumat sebelumnya.
Pesan untuk kita:
Teruslah berbuat baik meskipun melelahkan, karena lelahnya akan hilang, namun pahalanya akan terus mengalir. Jadikan hari Jumat sebagai awal yang baik untuk memperbaiki diri. Jika hari Senin adalah awal pekan dunia, maka hari Jumat adalah awal pekan akhirat.
Mari kita hidupkan kembali Jumat kita:
• Malamnya dengan Qiyamul Lail dan Al-Kahfi.
• Paginya dengan mandi sunnah dan istighfar.
• Siangnya dengan khusyuk menuju masjid.
• Sorenya dengan doa yang panjang untuk diri, keluarga, dan umat.
Semoga Allah jadikan setiap Jumat kita lebih baik dari Jumat sebelumnya.






