Amalan Malam Jumat: Cahaya di Langit dan Bumi

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI /F-PKS /Kalimantan Selatan I

Jum’at bukan sekadar nama hari di kalender. Dalam Islam, ia adalah Sayyidul Ayyam – Penghulu Segala Hari.

Bacaan Lainnya

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, pada hari itu ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim No. 854)

Jika siangnya saja begitu mulia, bagaimana dengan malamnya? Malam Jum’at adalah gerbangnya. Ulama mengatakan, malam Jum’at memiliki keutamaan seperti malam hari raya. Di malam inilah Allah membuka pintu ampunan lebih luas, dan di malam inilah para salafus shalih mengencangkan ikat pinggang ibadah mereka, bukan untuk dunia, tapi untuk akhirat.

Kenapa malam Jum’at di Indonesia identik dengan Yasin, Kahfi, dan pengajian? Itu bukan tradisi kosong. Itu adalah sunnah yang hidup. Mari kita bedah 4 amalan yang engkau tulis, lebih dalam.

1. MEMBACA SURAH YASIN: SURATNYA HATI AL-QUR’AN

Kita semua akrab dengan tradisi Yasinan malam Jum’at di musholla-musholla Jakarta, dari Kebayoran sampai ke pelosok Jawa. Ada yang mencibir, “Bid’ah!”. Padahal mereka lupa esensinya.

Rasulullah SAW menamakan Yasin sebagai Qalb-ul Qur’an, Jantungnya Al-Qur’an.
“Segala sesuatu memiliki jantung, dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin.” (HR. Tirmidzi)

Hadits yang kita kutip: “Barangsiapa membaca Yasin di hari dan malam Jum’at dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya.” (HR. Al-Baihaqi, Abu Ya’la –

Sanadnya diperselisihkan ulama, sebagian menghasankan sebagai Fadhailul A’mal)
Para ulama hadits menjelaskan, hadits tentang keutamaan Yasin memang kebanyakan dhaif, tapi dhaif ringan dan boleh diamalkan dalam fadhailul a’mal selama tidak meyakini sebagai hadits shahih yang wajib. Imam As-Suyuthi dan Imam Ibn Katsir membolehkan.

Apa kisah sejarahnya?
Di zaman Tabi’in, ketika seorang sahabat bernama Abu Darda’ RA sakit keras menjelang wafat, ia berpesan kepada keluarganya, “Bacakan Yasin di sampingku.” Karena di dalam Yasin ada ketenangan sakaratul maut, ada janji ampunan, dan ada pengingat tauhid dari awal sampai akhir.

Konteks Kekinian:
Anak muda sekarang malam Jum’at-nya dihabiskan untuk apa? Nongkrong, scroll TikTok sampai jam 2 pagi, nonton horor. Hatinya gelisah, overthinking, anxiety.

Padahal Rasulullah sudah kasih obat: baca Yasin. Yasin itu surat tentang kepastian. Tentang bagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati. Bukankah hati kita yang mati karena dosa dan gadget juga butuh dihidupkan kembali?

Daripada malam Jum’at kamu isi dengan lagu galau, coba ganti 15 menit saja: wudhu, matikan lampu, baca Yasin dengan artinya. Kamu akan merasakan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh Spotify.

2. MEMBACA SURAT AL-KAHFI: CAHAYA ANTI FITNAH DAJJAL
Ini adalah amalan yang dalilnya PALING SHAHIH di antara amalan malam Jum’at.

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. Ad-Darimi No. 3407, Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6471)

Dalam riwayat lain: “Barangsiapa membaca Al-Kahfi pada hari Jum’at, ia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Kenapa Al-Kahfi? Kisah sejarahnya luar biasa.
Surat Al-Kahfi berisi 4 kisah besar yang merangkum semua fitnah dunia:

1. Kisah Ashabul Kahfi – Fitnah Agama / Kekuasaan. 7 Pemuda yang lari dari raja zalim demi mempertahankan iman.

2. Kisah Pemilik Dua Kebun – Fitnah Harta. Orang kaya yang sombong karena kebunnya.

3. Kisah Musa & Khidir – Fitnah Ilmu. Nabi Musa yang merasa paling berilmu, lalu diajari tentang ilmu Allah yang luas.

4.  Kisah Dzulqarnain – Fitnah Kekuasaan dan Kekuatan

Empat fitnah ini yang hari ini menghantam kita. Dan Rasulullah bersabda, siapa yang hafal 10 ayat awal dan akhir Al-Kahfi akan selamat dari fitnah Dajjal.

Konteks Kekinian: Fitnah Dajjal hari ini bukan lagi sosok bermata satu yang turun tiba-tiba. Fitnahnya adalah sistem. Algoritma yang membuatmu membenci agamamu sendiri (fitnah Ashabul Kahfi), Flexing harta di Instagram (fitnah pemilik kebun), Merasa paling pintar karena nonton 1 video YouTube lalu mendebat ulama (fitnah Musa & Khidir), dan para penguasa yang membangun tembok kekuasaan (fitnah Dzulqarnain).

Membaca Al-Kahfi di malam Jum’at adalah cara kita me-reboot iman, agar seminggu ke depan kita punya kacamata untuk membedakan mana cahaya, mana fatamorgana. Cahaya antara kita dan Ka’bah itu maknanya adalah petunjuk hidup yang lurus, tidak bengkok.

3. MEMBACA SELAWAT DAN ZIKIR: JALUR VIP MENUJU RASULULLAH

Ini amalan yang paling ringan tapi paling dicintai Rasulullah.

“Perbanyaklah untuk membaca selawat kepadaku pada setiap hari Jum’at. Karena selawat umatku akan diperlihatkan kepadaku setiap hari Jum’at. Barang siapa yang paling banyak berselawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Kubra, Hasan)

Dalam riwayat lain: “Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah selawat kepadaku di dalamnya.” (HR. Abu Dawud, Shahih)

Kisah Sejarah yang Menggetarkan:
Imam Sufyan Ats-Tsauri pernah bertemu seseorang yang setiap langkah dan setiap aktivitasnya hanya berselawat. Ditanya kenapa? Orang itu bercerita: “Dulu aku pergi haji bersama ayahku. Ayahku wafat di tengah jalan, dan wajahnya tiba-tiba menghitam legam. Aku sangat sedih dan tertidur.

Dalam mimpi, datang seorang pria sangat tampan, bercahaya, berbau wangi, menyapu wajah ayahku dan wajahnya menjadi putih bercahaya kembali. Aku bertanya siapa engkau? Ia menjawab: Akulah Muhammad, Rasulullah. Ayahmu dulu banyak dosa, tapi ia banyak berselawat kepadaku. Maka aku datang menolongnya.”

Begitulah selawat bekerja. Ia adalah asuransi syafaat.

Konteks Kekinian:
Lisan kita hari ini lebih banyak berselawat kepada siapa? Selawat kepada selebgram? Selawat kepada pemain bola? Kita hafal lirik lagu 3 menit, tapi selawat yang 10 detik pun berat. Padahal algoritma akhirat itu sederhana: siapa yang paling banyak menyebut namanya, dia yang paling dekat dengannya.

Malam Jum’at, matikan sejenak musik dunia. Ganti dengan 100x selawat. Tidak perlu yang panjang. Cukup:
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Rasakan. Kita sedang mengirim pesan cinta, dan pesan itu langsung diantar malaikat ke makam Rasulullah di Madinah. Disebut nama kita di sana. Habibie Mahabbah bin Maming berselawat.

4. MEMPERBANYAK DOA DI WAKTU MUSTAJAB
Jum’at memiliki satu rahasia besar yang tidak dimiliki hari lain: ada satu jam di mana doa pasti dikabulkan.

“Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang dia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari No. 935 & Muslim No. 852)

Para ulama berbeda pendapat kapan waktu itu. Pendapat terkuat ada dua:
1. Ketika khatib duduk di antara dua khutbah sampai selesai shalat Jum’at.

2. Di akhir waktu Ashar sampai Maghrib pada hari Jum’at. Ini pendapat Abdullah bin Salam, Imam Ahmad, dan banyak sahabat.
Kenapa malam Jum’at diisi tahajud dan doa?

Karena malam Jum’at adalah pembuka pintu hari Jum’at. Ulama salaf seperti Imam Syafi’i sangat memuliakan malam Jum’at.

Dalam kitab Al-Umm, beliau berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa doa dikabulkan pada lima malam: malam Jum’at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama Rajab, dan malam Nishfu Sya’ban.”

Konteks Kekinian:
Kita hari ini banyak curhat di Story, di Close Friend, di X. Kita mengadu pada manusia yang bahkan untuk masalahnya sendiri tidak mampu. Padahal Allah sudah bilang: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”

Malam Jum’at adalah malam anti buntu. Malam ini, setelah kamu baca Yasin, Kahfi, dan selawat, bangunlah tahajud. Walaupun 2 rakaat. Di sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia dan berkata: “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta, Aku beri. Siapa yang memohon ampun, Aku ampuni.” (HR. Bukhari & Muslim).

Jangan minta kaya saja. Mintalah keberkahan rezeki, ketenangan hati, pasangan yang shalihah, anak yang qurrota a’yun, dan husnul khatimah.

PENUTUP: JUM’AT BERKAH BUKAN SEKADAR HASHTAG
Jum’at Berkah bukan sekadar tulisan di feed Instagram sambil bagi-bagi nasi kotak. Jum’at Berkah yang hakiki adalah ketika malammu berkah dengan ampunan, pagimu berkah dengan cahaya, lisanmu berkah dengan selawat, dan hidupmu berkah karena doamu didengar langit.

Jangan biarkan malam Jum’at kita sama seperti malam-malam lainnya. Malam ini adalah malam pernikahan antara hamba dan Tuhannya.

Mulai malam ini, ayo kita hidupkan:
Wudhu yang sempurna -> Yasin 1x -> Al-Kahfi 1x -> Selawat 100x -> Tahajud 2 rakaat + Doa panjang untuk dunia dan akhirat.

Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan kita, memberikan keberkahan untuk setiap ikhtiar, membukakan pintu rezeki serta segala pintu kebaikan untuk kita semua.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahu A’lam Bishawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *