JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam sidak tersebut, Pansus menemukan tumpukan sampah yang menggunung dengan volume yang sangat besar. Diperkirakan jumlah sampah mencapai 60.000 ton dengan ketinggian hampir 15 meter ke atas.
“Enam puluh ribu ton ini sangat besar loh Pak. Bahwa tumpukan sampah di sini diperkirakan sudah jumlahnya 60 ribu ton sampah. Kemudian isinya sudah hampir 15 meter ke atas,” ujar Judistira di lokasi, dikutip dari video Instagram pribadinya saat sidak Pansus.
Judistira menegaskan, Pansus akan menata kembali kawasan tersebut dan memikirkan dampak lingkungan yang lebih baik ke depan secara berkelanjutan.
Menurut Judistira, keberadaan TPS tidak resmi atau liar yang selama ini beroperasi di Cilincing akan ditertibkan. Ke depan, Pemprov DKI akan menyiapkan TPS resmi khusus untuk pengelolaan sampah yang lebih terkontrol.
“Nanti akan menyingkirkan bagaimana TPS yang tanda kutip tidak resmi sekarang ini, nanti ada juga khusus TPS resmi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan arah kerja Pansus Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah dibentuk DPRD DKI Jakarta. Pansus dibentuk menyusul persoalan pengurangan kuota pembuangan ke TPST Bantargebang akibat insiden longsoran sampah beberapa waktu lalu.
“Pansus tidak mencari-cari kesalahan orang. Tapi Pansus pengelolaan sampah mencari solusi untuk masyarakat Jakarta,” tegas Judistira yang juga ditetapkan sebagai Ketua Pansus didampingi Husen sebagai Wakil Ketua.
Dalam dialog dengan warga, seorang warga Cilincing mengaku persoalan sampah liar ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak November 2002. Warga menyebut kedatangan truk-truk besar dari arah Cakung yang tidak diketahui asalnya menimbulkan bau menyengat hingga ke permukiman.
Warga mengaku pernah dipanggil dan diberi edukasi cara memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan tidak, namun hingga kini belum ada solusi permanen.
Sidak ini menjadi bagian dari komitmen Pansus untuk membenahi sistem pengelolaan sampah Jakarta secara menyeluruh, mulai dari penguatan pemilahan sampah dari sumber, optimalisasi bank sampah, hingga penerapan teknologi modern untuk mengurangi ketergantungan pada Bantargebang.






