BANDUNG – BELA RAKYAT – Memasuki semester baru tahun ajaran 2026, seluruh karyawan Yayasan Darul Hikam mengikuti kegiatan Pembinaan Karyawan yang diselenggarakan di Pesantren Saintek Darul Hikam, Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menyatukan visi, serta memperkokoh komitmen seluruh insan Darul Hikam dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Darul Hikam, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan berbagai arahan dan pesan inspiratif sebagai bekal memasuki semester baru. Pesan-pesan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya dan menegaskan bahwa setiap amanah yang dijalankan di lingkungan pendidikan memiliki nilai ibadah dan pengabdian yang sangat mulia.
Menurut Sodik, seluruh karyawan, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh keluarga besar Darul Hikam perlu memaknai tugasnya bukan sekadar sebagai pekerjaan rutin, melainkan sebagai bagian dari perjuangan membangun generasi bangsa melalui pendidikan.
“Setiap amanah yang dijalankan bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan pendidikan yang bermakna dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Mengajar dengan Sungguh-Sungguh Adalah Jihad
Dalam sambutannya, Sodik Mudjahid mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memandang profesi guru sebagai jalan perjuangan di hadapan Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa mengajar dengan sepenuh hati merupakan bagian dari jihad dalam arti membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Ibu, Bapak, saudara-saudaraku, dengan mengajar sungguh-sungguh, itu telah melaksanakan jihad. Dengan berjihad menjadi pejuang-pejuang dakwah, menjadi pejuang-pejuang pendidikan, menjadi pejuang-pejuang dalam pemberdayaan. Kata Allah, kalian derajatnya paling tinggi di sisi Allah,” tuturnya.
Menurutnya, jihad dalam dunia pendidikan bukanlah perjuangan yang identik dengan kekerasan, melainkan kesungguhan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, setiap guru dan karyawan Darul Hikam diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.
Menanamkan Nilai Ikhlas, Sabar, Amanah, dan Disiplin
Selain menekankan pentingnya semangat perjuangan, Sodik Mudjahid juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan karakter.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Darul Hikam untuk terus memperkuat nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi budaya kerja di lingkungan yayasan.
“Mantapkan terus sikap ikhlas di hati kita dan di anak-anak kita. Mantapkan terus sifat sabar, tahan uji, tahan banting. Yang berikutnya adalah mantapkan sifat amanah atau jujur, disiplin, dan peduli,” pesannya.
Menurutnya, nilai keikhlasan akan melahirkan ketulusan dalam melayani peserta didik. Kesabaran akan memperkuat ketahanan menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang. Sementara amanah, disiplin, dan kepedulian menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Ia berharap seluruh karyawan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai tersebut, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Budaya Berakhlak Berprestasi Menjadi Identitas Darul Hikam
Salah satu penekanan utama dalam pembinaan tersebut adalah penguatan budaya Berakhlak Berprestasi, yang selama ini menjadi identitas Yayasan Darul Hikam.
Menurut Sodik Mudjahid, budaya tersebut bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam seluruh aktivitas pendidikan, mulai dari proses pembelajaran hingga pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan budaya berakhlak berprestasi ini, insyaAllah kita melaksanakan perintah Allah. Dengan itu insyaAllah kita berdakwah, melaksanakan pendidikan dan pemberdayaan. Dengan itu insyaAllah masyarakat maju, kita ikut maju. Dengan itu insyaAllah kita juga mendapatkan dari Allah rizqun karim, rezeki yang dimuliakan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan akademik, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Karena itu, budaya berakhlak berprestasi perlu menjadi napas dalam setiap kebijakan maupun aktivitas di seluruh unit pendidikan Darul Hikam.
Mengawali Semester Baru dengan Semangat Kolaborasi
Melalui kegiatan pembinaan ini, Yayasan Darul Hikam juga mengajak seluruh karyawan untuk membangun semangat baru dalam bekerja secara kolaboratif.
Semester baru dinilai sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki kekurangan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat sinergi antarunit pendidikan.
Pihak yayasan berharap seluruh tenaga pendidik dan karyawan mampu terus bertumbuh bersama, saling mendukung, dan menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi peserta didik maupun masyarakat luas.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Darul Hikam dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Seruan Penyemangat Menutup Pembinaan
Suasana pembinaan ditutup dengan yel-yel penuh semangat yang menggambarkan identitas dan komitmen seluruh keluarga besar Darul Hikam.
Pimpinan kegiatan menyerukan, “Darul Hikam!”, yang kemudian dijawab serempak oleh seluruh peserta dengan pekikan, “Bangun Akhlak, Prestasi! Allahu Akbar!”
Seruan tersebut menjadi simbol tekad bersama untuk mengawali semester baru dengan energi positif, semangat pengabdian, serta komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berakhlak, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, bangsa, dan negara.






