Bukan Roasting, Mardani Ali Sera Bongkar Integritas Ahmad Doli: Anak Urus KTP, Tak Mau Pakai Jabatan

JAKARTA – Suasana penuh keakraban, canda, dan nostalgia mewarnai acara Reuni Aktivis dalam ADK Show (Arena Demokrasi dan Kritik) yang digelar di Auditorium Siaran Langsung Luar Negeri RRI Pusat, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Ahad (26/7/2026) malam.

Acara yang mempertemukan tokoh lintas generasi itu sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-55 Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Sejumlah tokoh nasional hadir memberikan kesan, pesan, hingga “roasting” yang justru berubah menjadi testimoni penuh apresiasi.

Bacaan Lainnya

Saat memasuki sesi berikutnya, pembawa acara Mamat Alkatiri dan Eva berseloroh bahwa giliran Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera bukanlah sesi roasting, melainkan lebih menyerupai testimoni.

Mendengar hal itu, Mardani langsung menyambut dengan candaan yang mengundang tawa hadirin.

“Di PKS takut dosa, jadi saya enggak roasting. Testimoni saja biar dapat pahala,” ucap Mardani sambil tertawa, disambut tepuk tangan peserta.

Konsisten Tak Gunakan Jabatan untuk Kepentingan Pribadi

Dalam testimoninya, politikus PKS itu mengungkap salah satu sikap Ahmad Doli yang paling membekas baginya, yakni konsistensi untuk tidak memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi maupun keluarga.

Mardani menceritakan pengalaman ketika anak Ahmad Doli mengurus KTP di kantor kelurahan. Meski saat itu Doli menjabat Ketua Komisi II DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Dalam Negeri, proses pengurusan KTP tetap berjalan seperti masyarakat pada umumnya.

“Boro-boro jadi, tiga bulan belum selesai,” kata Mardani disambut gelak tawa.

Menurut Mardani, sangat mudah bagi seorang Ketua Komisi II untuk menghubungi pejabat terkait agar urusan tersebut selesai dalam hitungan hari. Namun Ahmad Doli memilih tidak melakukannya.

“Saya bilang, setahu saya tinggal telepon Dirjen saja, besok selesai. Tapi Bang Doli tidak melakukan itu. Konsistensi seperti ini yang mahal,” ujarnya.

Dinilai sebagai “Bapak P3K Indonesia”

Mardani juga mengapresiasi kiprah Ahmad Doli ketika memimpin Komisi II DPR RI bersama politisi PDIP Junimart Girsang.

Bagi Mardani, keduanya memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan nasib jutaan tenaga honorer di Indonesia.

“Banyak orang menganggap Bang Doli dan Bang Junimart sebagai ‘Bapak P3K Indonesia’,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu warisan terbesar kepemimpinan Ahmad Doli di Komisi II adalah keberhasilan mendorong sekitar 1,3 juta tenaga honorer yang telah terdata di BKN diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema PPPK.

Meski demikian, Mardani berseloroh bahwa kebijakan tersebut juga membuat banyak pemerintah daerah kini harus bekerja keras memenuhi kebutuhan anggaran gaji PPPK.

“Bang Doli juga yang bikin kepala daerah sekarang pusing setengah mati ngurusin gaji P3K,” candanya yang kembali mengundang tawa.

Pekerja Keras di Komisi II DPR RI

Dalam kesempatan itu, Mardani juga mengenang gaya kepemimpinan Ahmad Doli saat memimpin Komisi II DPR RI.

Dengan nada bercanda, ia menyebut para wakil ketua komisi nyaris tidak mendapatkan kesempatan memimpin rapat karena hampir seluruh rapat dipimpin langsung oleh Ahmad Doli.

“Wakil pimpinan yang lain enggak pernah dapat kesempatan memimpin, diambil sama Doli semua,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Namun di balik candaan tersebut, Mardani menilai hal itu mencerminkan tingginya rasa tanggung jawab Ahmad Doli agar seluruh agenda Komisi II DPR RI berjalan maksimal.

Lebih lanjut, Matdani menjelaskan, kerja keras itu terbukti melalui produktivitas legislasi yang sangat tinggi selama Ahmad Doli memimpin Komisi II.

Diplomasi Perdamaian hingga Jiwa Aktivis HMI

Selain kiprah di parlemen, Mardani turut menyoroti inisiatif Ahmad Doli dalam membangun Parliamentary Caucus for Peace, sebuah forum yang mendorong diplomasi parlemen untuk mendukung perdamaian dunia.

Ia menyebut Ahmad Doli aktif membangun komunikasi dalam berbagai isu internasional, mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga perjuangan rakyat Palestina dan dinamika di Timur Tengah.

Bagi Mardani, langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat aktivisme yang dibangun sejak masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) masih terus melekat dalam diri Ahmad Doli.

“Saya melihat betul-betul jiwa HMI-nya terus dipelihara. Luar biasa,” ujarnya.

Guyonan PKS dan Golkar Pecahkah Suasana

Di penghujung testimoninya, Mardani kembali mengundang tawa dengan menyebut aktivitas Ahmad Doli di berbagai isu keumatan dan perdamaian dunia justru membuat PKS “khawatir”.

Bahkan, lanjut Mardani, perhatian Ahmad Doli terhadap isu Palestina, Iran, hingga diplomasi internasional membuat Golkar seolah mulai memasuki ruang perjuangan yang selama ini identik dengan PKS.

“Menurut saya, ini yang bikin kami di PKS jadi repot. Jangan-jangan pasar PKS mau diambil sama Golkar gara-gara Bang Doli,” ujarnya sambil tertawa.

Meski dibalut humor, Mardani menegaskan dirinya justru senang apabila seluruh partai politik berlomba menghadirkan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Testimoni Mardani pun ditutup dengan apresiasi atas kepedulian Ahmad Doli terhadap para sahabat dan koleganya.

Di mana, di balik kesibukan sebagai pimpinan DPR dan politisi nasional, Ahmad Doli tetap dikenal sebagai sosok yang menjaga persahabatan, merawat silaturahmi, dan tidak melupakan teman-temannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *