JAKARTA – BELA RAKYAT – Semangat kebersamaan langsung ditunjukkan jajaran pengurus baru Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana usai dikukuhkan oleh Lurah Utan Kayu Utara Yuni Sarofah, S.Pd. Tanpa menunggu waktu lama, pengurus bersama jamaah menggelar kerja bakti besar-besaran membersihkan seluruh area masjid Jalan Nangka, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu, (25/7/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB (Dzuhur) tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru dalam membangun budaya gotong royong, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi seluruh jamaah.
Kerja bakti tidak hanya difokuskan pada membersihkan ruangan dan halaman masjid. Pengurus bersama jamaah juga mengeluarkan berbagai barang lama yang telah menumpuk selama puluhan tahun. Beragam lemari tua, bangku yang sudah rusak, hingga barang-barang rongsokan yang tidak lagi memiliki fungsi diangkut keluar secara bersama-sama.
Menariknya, sejumlah barang yang dinilai masih layak pakai tidak langsung dibuang. Barang-barang tersebut dipersilakan untuk diambil oleh jamaah yang membutuhkan sehingga masih mendapatakn unsur manfaar, dimanfaatkan kembali.
Suasana penuh keakraban terlihat sejak pagi. Para jamaah tanpa memandang usia dan latar belakang saling bahu-membahu mengangkat lemari, kursi, bangku, serta membersihkan setiap sudut masjid. Tidak sedikit jamaah yang rela mengeluarkan tenaga ekstra demi membuat rumah ibadah menjadi lebih bersih nan nyaman.
Di sela-sela kegiatan, suasana kekeluargaan semakin terasa karena para jamaah menikmati beragam konsumsi yang disediakan secara swadaya. Aneka makanan ringan, buah-buahan, kue tradisional hingga minuman berasal dari sumbangan jamaah maupun pengurus sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.
DR. Suharsono Senang Kerja Bakti Jemaah dengan Pengurus
Nadzir Terpilih Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana, Dr. H. Suharsono, MM., M.Pd., mengatakan kerja bakti tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong antara jamaah dan seluruh pengurus yang baru saja diberikan amanah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong antara jamaah dengan pengurus. Kami ingin menunjukkan bahwa kepengurusan baru bukan hanya hadir secara administratif, tetapi juga langsung bekerja bersama melayani rumah Allah. Setelah kerja bakti ini kita bisa libat apa isi dalam dari Masjid Dakwah Islam,” ujarnya.
Suharsono yang juga pendiri Universitas Pertiwi menyampaikan, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara berkala karena manfaatnya tidak hanya menciptakan lingkungan masjid yang bersih, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarsesama.
“Kegiatan semacam ini sesekali perlu dilakukan untuk menjalin kebersamaan antara jamaah dan pengurus. Dari kerja bakti seperti ini tumbuh rasa memiliki terhadap masjid, saling mengenal, saling membantu, dan memperkuat ukhuwah,” katanya.
Pria kelahiran Solo ini menambahkan, kerja bakti menjadi momentum mempererat hubungan sosial masyarakat. Jamaah terlihat saling mengobrol, bercengkerama, hingga mengenal satu sama lain dengan lebih dekat. Nilai kepedulian dan semangat tolong-menolong pun tumbuh secara alami di tengah kegiatan tersebut.
“Kita bisa melihat sendiri bagaimana jamaah kompak mengangkat lemari, bangku, dan berbagai barang yang sudah tidak terpakai. Semua melebur menjadi satu tanpa membedakan status maupun profesi. Inilah semangat gotong royong yang ingin terus kita hidupkan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana memimpin langsung jalannya kerja bakti mengaku sengaja menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda perdana setelah pengukuhan kepengurusan.
Menurut Sambas, kerja bakti menjadi cara sederhana namun efektif untuk melihat semangat pengabdian seluruh pengurus yang telah diberikan amanah.
“Ini sekaligus ingin menguji apakah pengurus aktif atau bagaimana. Alhamdulillah ternyata seluruh pengurus hadir dan ikut bekerja bersama sejak pagi sampai selesai,” ungkap Sambas.
Mantan ASN di Bank Indonesia (BI) ini menilai kehadiran seluruh pengurus menjadi bukti nyata adanya komitmen untuk mengabdikan diri dalam memakmurkan rumah Allah.
“Ini bukti bahwa para pengurus memiliki komitmen ingin mengkhidmatkan diri untuk rumah Allah. Tidak ada yang hanya ingin menjadi pengurus di atas kertas, tetapi semuanya turun langsung bekerja bersama jamaah,” tegasnya.
Bagi Sambas, kekompakan yang diperlihatkan pada hari pertama menjadi modal penting bagi kepengurusan yang baru dikukuhkan oleh Lurah Utan Kayu Utara untuk menjalankan berbagai program ke depan.
“Ini adalah awal yang sangat baik. Baru saja dikukuhkan, seluruh pengurus langsung bekerja bersama. Semoga semangat seperti ini terus terjaga sehingga Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana semakin makmur, bersih, nyaman, dan menjadi pusat pembinaan umat serta mempererat persaudaraan di lingkungan Utan Kayu Utara,” pungkasnya.
Kegiatan kerja bakti tersebut pun mendapat apresiasi dari jamaah karena selain membuat lingkungan masjid menjadi lebih tertata, juga berhasil mempererat tali silaturahmi. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa memakmurkan masjid bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian nyata untuk rumah Allah.
Dapat Pujian dari Jemaah
Sementara itu, salah seorang jamaah yang turut hadir dalam kerja bakti Habibie Mahabbah. SIP, MM mengaku sangat mengapresiasi kegiatan positif yang digagas kepengurusan baru DKM Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana. Menurut Habib, sapaan akrabnya, semangat gotong royong seperti ini merupakan tradisi baik yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
“Karena itu saya menyempatkan hadir. Saya senang melihat pengurus dan jamaah bisa bekerja bersama membersihkan rumah Allah dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Satu lagi, kepengurusan kali ini banyak orang hebat, ada Pak Suharsono, ada Mayor Dwi Purwanto, Pak Budi, Pak Hadi, Pak Azhar, Pak Afnan dan Ketua Pak Sambas ini orang lama saya kenal, saya dulu sering ke rumahnya minta dana. Alhamdulillah, beliau sekarang mau jadi Pengurus DKM, ketua lagi. Dulu tidak mau banget,” jelas Habib sambil ketawa kecil mengenang masa lalu di Masjid Dakwah Islam.
Habib yang juga merupakan mantan pengurus Masjid Dakwah Islam mengaku memiliki kenangan tersendiri terhadap kegiatan serupa. Ia mengingat, pada masa kepengurusannya dahulu juga pernah digelar kerja bakti yang melibatkan jamaah dan seluruh pengurus.
“Kalau tidak salah terakhir kegiatan besar seperti ini sekitar tahun 2008. Saat itu pengurus dan jamaah bersama-sama membersihkan masjid. Alhamdulillah, hari ini semangat itu kembali saya lihat. Ini tentu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan,” kenangnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA, mantan Bendahara Umum PB HMI, serta Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI itu berharap kepengurusan yang baru mampu mempertahankan kekompakan dan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan sejak awal masa pengabdian.
Habib yang dulu mukim di Masjid Dakwah Islam di tahun 2000 kala itu mengungkapkan, kekompakan merupakan modal utama dalam memakmurkan masjid sekaligus membangun kepercayaan jamaah terhadap organisasi.
“Saya berharap kekompakan dan kesolidan pengurus ini terus dipertahankan. Jangan hanya kompak saat awal kepengurusan, tetapi terus dijaga hingga akhir masa bakti. Dengan kebersamaan, insyaallah seluruh program dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Habib juga berpesan agar pengelolaan organisasi DKM dilakukan secara transparan, akuntabel, dan selalu melibatkan jamaah dalam setiap program maupun kegiatan yang dilaksanakan.
“Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan jamaah. Libatkan jamaah dalam setiap kegiatan, dengarkan masukan mereka, dan jadikan masjid sebagai rumah bersama. Dengan begitu, Masjid Dakwah Islam Sambas Mulyana akan semakin hidup, semakin makmur, dan menjadi pusat persatuan umat,” pungkasnya.
Berikut adalah hasil transkrip teks dari ketiga gambar struktur organisasi dan tugas/fungsi bidang DKM Dakwah Islam – Utan Kayu:
STRUKTUR ORGANISASI DEWAN KEMAKMURAN MASJID DAKWAH ISLAM – UTAN KAYU
PENASEHAT:
Lurah Utan Kayu Utara
H. Budi Sanyoto
H. Hadi Mulyo
PENGAWAS: H. Mulia Ginting
KETUA: H. Sambas Mulyana
WAKIL KETUA: H. Rismondari
SEKRETARIS:
Ekky Noor Setyawan
Ian Royana
BENDAHARA:
Edward Idris
Adri Yandri
Bidang-Bidang
1. Bidang Kerumahtanggaan
H. Nurdin
Muhammad Arsyad
Jamal
Anissa
2. Bidang Peribadatan, Pendidikan & Dakwah
Abdi Prihadi
Alam Agustian
Ustadz Aufar
Rustama
3. Bidang Komunikasi & Informasi
Dino Hardianto
Afnan
Hari Poerna Setiawan
Heru Hardian Muchar
Indra Hanafiah
Firza S
4. Bidang Pemberdayaan Wanita/Muslimat
Hj. Nursetiati (Atie)
Titin
Dewi
Ratna
5. Bidang Sosial Kemasyarakatan
Hj. Anie Rastim
Teguh
Dona
6. Bidang Keamanan & Ketertiban
Mayor Dwi Purwanto
Abdul Rojak
TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DKM
BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMASI
1. Melakukan pendataan jamaah masjid sebagai sasaran dakwah
2. Mengelola data dan informasi internal dan eksternal untuk bahan program DKM
3. Mengelola papan informasi masjid
4. Memberikan informasi pengelolaan keuangan masjid secara transparan kepada jamaah
5. Mengelola Grup WA sebagai informasi pengurus dan jamaah
BIDANG PEMBERDAYAAN WANITA
1. Mengelola dan mengembangkan majelis taklim dan kajian rutin
2. Menyelenggarakan kajian khusus muslimah dengan fiqih wanita, parenting Islami, manajemen rumah tangga, hingga tafsir Al-Qur’an.
3. Mengembangkan forum peningkatan ketrampilan ibu-ibu
4. Mengupayakan pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (Membuka kelas Tahsin khusus untuk ibu-ibu, remaja putri, maupun lansia)
5. Membangun dan mengembangkan kegiatan positif di masjid bagi anak-anak dan remaja
BIDANG SOSIAL KEMASYARAKATAN
1. Mengelola Zakat Infaq Sedekah
2. Penyelenggaraan santunan rutin untuk anak yatim dan duafa
3. Penyelenggaraan khitanan massal remaja sekitar masjid
4. Bhakti sosial dan pengobatan gratis
5. Kerja bakti bersama warga untuk kebersihan dan keindahan masjid
6. Silaturahim lintas tokoh masyarakat
7. Menyediakan tim pemulasaraan jenazah sesuai syariat
BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAAN
1. Menjaga dan mengatur keamanan sistem kendaraan
2. Pengamanan barang bawaan jamaah masjid
3. Pencegahan kehilangan kotak amal masjid
4. Menjaga keamanan lingkungan masjid
5. Berkoordinasi dengan Babinkamtibmas (Polri), Babinsa (TNI), Linmas/Hansip RT/RW setempat
6. Menyusun tata tertib masjid dalam kegiatan shalat jamaah dan kegiatan rutin masjid lainnya
7. Mitigasi Darurat Keamanan (menyiapkan prosedur evakuasi jika keadaan darurat : kebakaran, gempa bumi, atau ancaman keamanan eksternal)
8. Mengupayakan alat pemadam api ringan (APAR) di masjid






