JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN Endang Agustina menyampaikan keprihatinan mendalam atas bentrokan antarwarga yang terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakibatkan korban jiwa, puluhan rumah terbakar, dan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Endang menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan konflik serupa tidak kembali terjadi.
“Saya ikut prihatin dan sangat sedih atas peristiwa yang terjadi di Adonara. Kita semua menyayangkan konflik ini sampai menelan korban jiwa, melukai sejumlah warga, serta mengakibatkan banyak rumah hangus terbakar. Ini adalah duka bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Endang, Selasa (21/7/2026).
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN Komisi III DPR RI itu meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penyelesaian konflik melalui pendekatan keamanan maupun dialog antarmasyarakat.
Menurutnya, upaya pemulihan keamanan harus dibarengi dengan rekonsiliasi agar hubungan sosial antarwarga dapat kembali terjalin dengan baik.
Selain itu, Endang juga mendorong Kepolisian Daerah NTT beserta jajaran Polres Flores Timur bergerak cepat mengusut tuntas penyebab bentrokan tersebut. Ia meminta aparat mengungkap motif secara transparan serta menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap jajaran Polri dapat bekerja secara profesional, cepat, dan transparan dalam mengusut kasus ini sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan,” tegasnya.
Endang juga mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
Ia berharap pemerintah bersama aparat keamanan terus menjaga situasi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
Sebelumnya, bentrokan antarwarga terjadi di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Berdasarkan data kepolisian, insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka ringan, serta sekitar 20 rumah terbakar.
Hingga kini, personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di lokasi guna menjaga keamanan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan, sementara aparat terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti konflik tersebut.






