Sinergi Lintas Perangkat Daerah Menguat: BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 Diproyeksikan Menjadi Episentrum Kebangkitan UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Seni Budaya, dan BUMDes

BEKASI | BELA RAKYAT — Di tengah derasnya arus perubahan zaman, ketika pembangunan daerah menuntut lahirnya kolaborasi yang melampaui sekat birokrasi, sebuah ikhtiar besar mulai menemukan pijakannya. HARSERA Event Organizer memenuhi undangan audiensi yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bekasi pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas penyelenggaraan BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 bertajuk “Dari Tanah Bekasi, Energi Nusantara Bangkit Kembali”, yang direncanakan berlangsung pada 15–22 Agustus 2026 di Go! Wet Waterpark Grand Wisata, Tambun Selatan.

Audiensi menghadirkan jajaran HARSERA Event Organizer bersama unsur Pemerintah Kabupaten Bekasi, yakni Dinas Koperasi dan UKM, Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Pertemuan tersebut tidak sekadar membahas sebuah agenda kegiatan, melainkan merumuskan ruang kolaborasi yang menempatkan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, pariwisata, dan BUMDes sebagai fondasi penguatan ekonomi kerakyatan. Semangat tersebut selaras dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, sekaligus sejalan dengan semangat pemberdayaan koperasi, UMKM, dan pemerintahan desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pemaparannya, Ketua Pelaksana sekaligus Direktur Utama HARSERA Event Organizer, Moh. Cahyadi yang akrab disapa Den Cupank, menjelaskan secara komprehensif konsep penyelenggaraan BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176. Festival tersebut dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menghadirkan pameran UMKM, expo koperasi, promosi produk unggulan BUMDes, ekonomi kreatif, promosi destinasi wisata, pertunjukan seni budaya Nusantara, edukasi investasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu menciptakan efek berganda berupa meningkatnya kunjungan wisata, perputaran ekonomi lokal, terbukanya jejaring usaha baru, serta tumbuhnya kepercayaan terhadap potensi Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang produktif, kreatif, dan inovatif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Drs. H. Hasan Basri, M.M., memberikan apresiasi atas konsep yang dipaparkan HARSERA Event Organizer. Menurutnya, gagasan tersebut memiliki orientasi yang jelas terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan sangat relevan dengan program pemberdayaan pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi konsep yang telah dipresentasikan. Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM, koperasi, dan ekonomi masyarakat. Kami menyarankan agar panitia segera menyampaikan surat permohonan rekomendasi kepada masing-masing perangkat daerah (Dinas) terkait sebagai dasar koordinasi dan tindak lanjut sehingga seluruh proses dapat berjalan secara tertib, terukur, dan bersinergi,” ujar Hasan Basri, Senin (13/7/2026).

Sambutan positif juga disampaikan Kartika Juwita Sari, perwakilan Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi. Ia menilai penyelenggaraan BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 memiliki potensi menjadi panggung bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.

“Kami melihat kegiatan ini mampu menjadi ruang aktualisasi bagi pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Bekasi sekaligus mendukung promosi destinasi wisata daerah. Hasil audiensi ini akan kami sampaikan kepada Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Kepala Dinas Pariwisata sebagai bahan koordinasi lebih lanjut agar peluang kolaborasi dapat ditindaklanjuti secara optimal,” ungkap Kartika.

Hal senada disampaikan Chabib Soleh, Ketua Tim Pemberdayaan BUMDes DPMD Kabupaten Bekasi. Ia memandang keterlibatan BUMDes dalam event tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui promosi produk unggulan dan perluasan jaringan pemasaran.

“BUMDes memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan ruang promosi yang tepat. Kami menyambut baik rencana kegiatan ini karena dapat menjadi media yang mempertemukan desa dengan pasar, investor, dan masyarakat luas. Kami berharap partisipasi BUMDes mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa serta mendorong lahirnya kolaborasi antardesa di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Kreatif HARSERA Event Organizer, Delva Surya Helmi, menegaskan bahwa BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 tidak hanya dibangun sebagai sebuah festival hiburan, melainkan sebagai narasi besar tentang masa depan Kabupaten Bekasi.

“Kami ingin menghadirkan sebuah ruang yang mempertemukan kreativitas, budaya, ekonomi, dan semangat gotong royong dalam satu panggung kolaborasi. Kreativitas bukan sekadar pertunjukan, tetapi kekuatan yang mampu menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas daerah, dan membangun optimisme masyarakat. Dari Bekasi, kami ingin mengirimkan pesan bahwa kolaborasi adalah energi yang akan membawa Nusantara terus bangkit,” katanya.

Sebagai Sekretaris Event sekaligus Direktur Keuangan HARSERA Event Organizer, Dewi Hapsari, KHP., S.T., menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan akan dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan mengedepankan tata kelola yang baik.

Hal senada juga disampaikan Bunda Dyah Puspito Kencono Dewi, selaku sesepuh Seni Budaya Kabupaten Bekasi yang juga Penasehat HARSERA Event Organizer, “Audiensi ini menjadi fondasi penting bagi proses koordinasi lintas perangkat daerah. Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan administrasi, perizinan, serta pengelolaan kegiatan secara transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar event ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Penyelenggaraan BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 juga merefleksikan semangat kolaborasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (sepanjang ketentuan yang masih berlaku), serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta perubahan-perubahannya, yang menempatkan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan desa, juga Undang-undang no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Melalui sinergi lintas sektor, event ini diharapkan menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menutup rangkaian audiensi, Hartono Paryono yang saat ini akrab disapa Cakranegara, Dewan Pembina HARSERA Event Organizer, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah.

“Peradaban besar tidak lahir dari langkah yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dari hati yang mampu bersinergi dalam satu tujuan. Kami percaya BEKASI SINERGI NUSANTARA 8176 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebuah gerakan bersama untuk mengangkat martabat UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, BUMDes, seni budaya, dan potensi Kabupaten Bekasi. Ketika pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan, maka harapan bukan lagi sekadar mimpi, melainkan masa depan yang sedang dibangun bersama. Dari Tanah Bekasi, semoga energi kebangkitan itu terus menjalar ke seluruh Nusantara.” pungkasnya.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *