Batam Tumbuh 6,76 Persen, Benarkah Siap Menjadi Motor Investasi Nasional?

BATAM: BELA RAKYAT – Di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, Kota Batam justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen pada 2025. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Capaian tersebut menjadi sorotan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Batam. Namun, di balik angka pertumbuhan yang impresif, muncul pertanyaan penting: apakah tingginya pertumbuhan ekonomi dan investasi benar-benar telah memperkuat fondasi ekonomi nasional, atau masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah dalam tata kelola kawasan investasi?

Bacaan Lainnya

Banggar Soroti Kinerja Ekonomi Batam

Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menilai Batam berhasil menunjukkan daya tahan ekonomi di tengah tekanan ekonomi dunia. Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi indikator bahwa kawasan ini tetap mampu menarik aktivitas usaha ketika banyak negara menghadapi perlambatan.

“Pada tahun 2025, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 5,11 persen. Bahkan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Syarief saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Banggar DPR RI di Batam.

Ia mengatakan pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan pengembangan kawasan perdagangan bebas mulai memberikan hasil yang nyata terhadap aktivitas industri dan investasi.

Realisasi Investasi Lampaui Target

Temuan lain yang menjadi perhatian Banggar adalah realisasi investasi Batam sepanjang 2025 yang mencapai Rp69,3 triliun. Nilai tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Bagi Banggar, tingginya investasi menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kepastian berusaha di Batam.

“Di tengah perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya persaingan antar-kawasan ekonomi di Asia Tenggara, Batam justru menunjukkan performa yang sangat menggembirakan,” kata Syarief.

Menurutnya, keberhasilan menarik investasi menjadi modal penting bagi pemerintah dalam memperkuat industri manufaktur, meningkatkan ekspor, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Mengapa Investor Memilih Batam?

Dalam penelusuran terhadap berbagai faktor yang menjadi daya tarik investasi, Banggar menilai Batam memiliki keunggulan yang sulit disaingi banyak daerah.

Lokasinya berada di jalur perdagangan internasional dan berhadapan langsung dengan salah satu kawasan ekonomi paling sibuk di Asia Tenggara. Selain itu, status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha.

Batam juga didukung basis industri manufaktur yang telah berkembang selama puluhan tahun, infrastruktur logistik yang semakin terintegrasi, serta akses langsung menuju pasar ekspor internasional.

Syarief menilai seluruh potensi tersebut harus terus dijaga agar Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Keunggulan strategis tersebut perlu terus diperkuat agar Batam mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak investasi, ekspor, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Banggar Apresiasi Sinergi Antar-Lembaga

Dalam investigasi terhadap faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Batam, Banggar juga menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga pemerintah.

Menurut Syarief, keberhasilan Batam tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Direktorat Jenderal Pajak, hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Kepulauan Riau.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas investasi sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara dari aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

“Badan Anggaran DPR RI memberikan apresiasi atas kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai di wilayah Kepulauan Riau atas keberhasilannya mencapai target penerimaan negara,” ujar Syarief.

Ia menambahkan, meningkatnya penerimaan negara menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kas negara.

Tantangan Menjaga Momentum

Meski berbagai indikator menunjukkan tren positif, Banggar mengingatkan bahwa persaingan kawasan investasi di Asia Tenggara semakin ketat.

Karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat kepastian hukum, meningkatkan kualitas pelayanan investasi, menyederhanakan regulasi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur agar daya saing Batam tetap terjaga.

Banggar menilai keberhasilan saat ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan ekspor bernilai tambah, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional dan realisasi investasi yang terus meningkat, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu motor utama investasi Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga iklim usaha, meningkatkan daya saing kawasan, dan memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *