Wihaji Tekankan Soliditas dan Sejarah Organisasi, Sebut MKGR Jadi Pilar Strategis Penguatan Partai Golkar

YOGYAKARTA: BELA RAKYAT – Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader, tetapi juga oleh pemahaman terhadap sejarah, komunikasi yang baik, dan soliditas seluruh elemen organisasi.

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri sarasehan bersama kader MKGR yang berlangsung di Cafe Botani, Godean, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, (25/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP MKGR Soedeson Tandra, Ketua DPP MKGR Bambang Hermanto, Staf Khusus Mendukbangga Khaerudin, Ketua DPD MKGR Sumatera Utara Darma Putra Rangkuti, Ketua DPD Partai Golkar DIY Singgih Januar, Sekretaris DPD MKGR DIY Agus Mulyono, anggota Fraksi Partai Golkar DIY, Sekretaris DPD MKGR Jawa Tengah Siswanto, anggota Fraksi DPRD Jawa Tengah, serta para kader MKGR dari DIY dan Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Wihaji menekankan bahwa setiap kader harus memahami akar sejarah organisasi sebagai fondasi dalam menjaga eksistensi dan arah perjuangan MKGR di tengah dinamika politik nasional.

“Organisasi yang besar lahir dari kader-kader yang memahami sejarahnya. Ketika sejarah dipahami dengan baik, maka akan tumbuh rasa memiliki, loyalitas, dan tanggung jawab untuk terus membesarkan organisasi,” ujar Wihaji.

Menurut Wihaji, komunikasi yang sehat dan terbuka juga menjadi faktor penting dalam menjaga kekompakan organisasi. Ia menilai komunikasi yang baik mampu mencegah kesalahpahaman sekaligus memperkuat koordinasi di seluruh tingkatan kepengurusan.

“Komunikasi adalah perekat organisasi. Tanpa komunikasi yang baik, organisasi akan mudah kehilangan arah. Karena itu, budaya berdialog, saling mendengar, dan saling menguatkan harus terus dijaga,” katanya.

Lebih lanjut, Wihaji juga mengingatkan bahwa MKGR memiliki sejarah panjang sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar. Selama ini, MKGR tidak hanya menjadi wadah kaderisasi, tetapi juga berperan sebagai jalur rekrutmen dan distribusi kader untuk mengisi berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun lembaga legislatif.

Ia mengungkapkan bahwa kontribusi MKGR terhadap Partai Golkar terus terlihat melalui kehadiran kader-kader terbaik yang dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.

“MKGR telah membuktikan diri sebagai organisasi kader. Hari ini kader-kader terbaik MKGR dipercaya mengemban amanah di berbagai bidang. Ini menjadi bukti bahwa proses kaderisasi berjalan dan harus terus diperkuat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kader MKGR saat ini dipercaya menempati berbagai jabatan strategis, di antaranya lima posisi menteri, dua wakil menteri dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 52 anggota DPR RI, serta ratusan anggota DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Wihaji, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat kontribusi organisasi bagi bangsa dan negara.

Ia menegaskan bahwa salah satu kunci utama kebesaran organisasi adalah soliditas internal yang harus dijaga secara konsisten.

“Soliditas adalah modal terbesar organisasi. Jika seluruh kader tetap bersatu, saling percaya, dan memiliki tujuan yang sama, maka MKGR akan semakin kuat dan semakin mampu memberikan kontribusi bagi Partai Golkar maupun pembangunan nasional,” tegasnya.

Menutup arahannya, Wihaji mengajak seluruh kader MKGR untuk terus menjaga persatuan dan memperkokoh sinergi dengan Partai Golkar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan nasional.

“Mari kita jaga kekompakan MKGR, perkuat semangat gotong royong, dan terus membesarkan Partai Golkar sebagai partner pemerintah dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, kuat, dan sejahtera,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *