Jakarta – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) melakukan audiensi dan silaturahim dengan Jenderal (Purn.) Wiranto di Kantor Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis (18/6).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PB MA, Dr. KH. Jazuli Juwaini, memperkenalkan jajaran pengurus PB MA periode 2026–2031 dan menyampaikan visi dan kontribusi Mathla’ul Anwar untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.
Ketua Umum PB MA didampingi oleh Ketua Majelis Amanah KH. Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa Prof. Dr. KH. Syibli Sarjaya, Sekretaris Jenderal H. Yanuar Arif Wibowo, Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi, dan Ketua Badan Pengembangan Wakaf H. Fuad Syauqi.
KH. Jazuli menjelaskan bahwa Mathla’ul Anwar terus menguatkan perannya melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial, dengan dukungan sumber daya organisasi yang tersebar di berbagai daerah.
“Mathla’ul Anwar memiliki modal dasar yang kuat dari sisi historis maupun peran keummatan dan kebangsaan. Sebagai salah satu ormas tertua yang lahir pada tahun 1916, MA mengokohkan diri sebagai ormas Islam ahlu sunnah wal jamaah yang menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Jenderal (Purn.) Wiranto menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Mathla’ul Anwar yang telah lama bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Menurutnya, Mathla’ul Anwar memiliki posisi strategis karena hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemberdayaan.
“Mathla’ul Anwar adalah milik umat dan harus terus memberikan manfaat bagi umat. Organisasi juga perlu memperkuat kemandirian serta aktif hadir di wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan,” ujarnya.
Wiranto juga berharap Mathla’ul Anwar dapat terus mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sembari tetap menjalankan peran kritis secara konstruktif dengan menyampaikan masukan yang positif dan solutif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB MA, Yanuar Arif Wibowo, menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan terus mendukung pemerintah dalam membangun bangsa, sekaligus memberikan kritik yang membangun demi penyempurnaan kebijakan dan kepentingan masyarakat.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan serta menjadi momentum memperkuat sinergi antara Mathla’ul Anwar dan pemerintah dalam mewujudkan kemajuan umat dan bangsa.






