JAKARTA – Kegiatan Forum Wasilah Subuh kembali digelar dengan khidmat di Masjid Al-Akbar, Golkar Provinsi DKI Jakarta, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026). Acara yang diisi dengan sholat subuh berjamaah dan tausiyah ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat perkotaan.
Ketua DKM Masjid Al-Akbar, HM Ashraf Ali, Bac, SH, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus benteng moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ashraf mengawali dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan berkumpul dalam suasana ibadah.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan Wasilah Subuh yang diprogramkan oleh Dewan Masjid. Semoga keberkahan dan rahmat Allah senantiasa menyertai kita semua,” ujarnya.
Ashraf Ali juga menyampaikan salam dari sejumlah tokoh Golkar DKI, termasuk Ketua Golkar DKI Jakarta Ahmad Zaki Iskandar dan Sekretaris Golkar DKI Jakarta Basri Baco, Ketua Harian Golkar DKI Jakarta Judistira Hermawan yang disebutnya memiliki perhatian besar terhadap kegiatan keumatan dan pembinaan masjid. Ia menekankan, kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah, dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
Dalam sambutannya, Ashraf turut mengisahkan pengalamannya yang baru tiga bulan menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Al-Akbar. Ashraf mengaku memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan masjid, termasuk pengabdiannya selama puluhan tahun di Masjid Cut Meutia. Hal ini menjadi modal penting dalam mengembangkan program-program keumatan yang lebih progresif.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya forum seperti Wasilah Subuh sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, kegiatan serupa kini telah meluas di berbagai wilayah dan terbukti mampu menciptakan suasana masyarakat yang lebih kondusif.
“Melalui kegiatan subuh berjamaah, kita bisa meredam potensi konflik di masyarakat. Dulu ada gesekan antarwilayah, sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih damai,” ungkapnya.
Ashraf juga menyinggung situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia mengajak jamaah untuk bersyukur tinggal di Indonesia yang relatif aman dan damai, serta menjadikan masjid sebagai tempat memperkuat persatuan dan ketenangan batin.
“Masjid harus menjadi benteng umat, tempat membangun keimanan, persatuan, dan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketertiban. Menurutnya, sinergi antara umat dan aparat negara sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa, termasuk dalam menghadapi persoalan sosial seperti sampah, kriminalitas, dan penyalahgunaan narkoba.
Dalam konteks lokal Jakarta, Ashraf menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan. Ia juga mengingatkan agar generasi muda dijaga dari pengaruh negatif seperti begal dan narkoba.
Di akhir sambutannya, Ashraf membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Masjid Al-Akbar sebagai pusat kegiatan keumatan. Ia menyebut masjid tersebut dilengkapi berbagai sarana seperti aula dan ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami membuka diri, masjid ini milik umat. Silakan dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan Wasilah Subuh ini diharapkan terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat Jakarta, khususnya di wilayah Menteng dan sekitarnya.






