JAKARTA – Asosiasi Praktisi Coach Indonesia (APCI) secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Daerah Khusus Jakarta untuk periode 2026–2030. Pelantikan yang berlangsung pada 11 April 2026 di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran coaching dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Menuju World Class Bureaucracy: Transformasi Aksi ASN Melalui Coaching”, yang menghadirkan sejumlah narasumber kunci untuk membahas arah kebijakan dan implementasi coaching dalam reformasi birokrasi.
Ketua Umum APCI, Adang Adha, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam memperluas peran coaching sebagai pendekatan strategis dalam peningkatan kualitas kepemimpinan dan kinerja ASN.
“Pelantikan ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat profesionalisme coach di Indonesia. Kami ingin memastikan coaching menjadi bagian dari solusi dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan berkelas dunia,” ujarnya.
Bahas Strategi Transformasi ASN
Seminar nasional yang menjadi bagian dari rangkaian acara menghadirkan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, Tri Widodo Wahyu Utomo, yang menyoroti pentingnya inovasi dalam transformasi budaya kerja ASN.
“Transformasi menuju world class bureaucracy membutuhkan perubahan pola pikir dan budaya kerja. Coaching menjadi salah satu instrumen efektif untuk mendorong perubahan tersebut secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Dewan Pengawas APCI, Abdul Rahman Saleh, menekankan pentingnya penerapan coaching sebagai standar profesionalisme di lingkungan ASN.
“Coaching bukan hanya metode pengembangan, tetapi juga alat untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas kinerja ASN secara konsisten,” tegasnya.
Diskusi dalam seminar dipandu oleh moderator Lestari Soeryowati yang mengarahkan dialog interaktif antara narasumber dan peserta, menciptakan ruang refleksi terhadap tantangan reformasi birokrasi saat ini.
Susunan Pengurus DPD DK Jakarta
Dalam pelantikan tersebut, APCI menetapkan susunan pengurus DPD DK Jakarta periode 2026–2030 sebagai berikut:
Ketua Umum: Zulfikar M. Rachman
Sekretaris Jenderal: Dr. Antoni Ludfi Arifin
Wakil Sekretaris Jenderal (Komunikasi): Mia Marianne
Bendahara Umum: Dietra Anandani
Wakil Ketua Umum 1: Prof. Dr. Roy Darmawan
Ketua Komisi Tetap Kelembagaan: Dr. (C) Ricky Lado
Ketua Departemen Organisasi: Aditiyas Rahadi
Wakil Ketua Umum 2: Ari Tjahjanto
Ketua Komisi Tetap Pengembangan Keilmuan Life Coaching: Muljono
Ketua DPD DK Jakarta terpilih, Zulfikar M. Rachman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan APCI sebagai wadah profesional yang mampu mengakselerasi pengembangan SDM melalui pendekatan coaching yang terstruktur dan berbasis kebutuhan nasional.
“Kami akan fokus memperluas ekosistem coaching, meningkatkan kompetensi para praktisi, serta memastikan kontribusi nyata dalam pengembangan ASN dan sektor UMKM,” ujarnya.
Komitmen dan Arah Strategis
APCI menegaskan tiga fokus utama dalam menjalankan misinya, yakni mewadahi praktisi coach di Indonesia, mengakselerasi pengembangan SDM melalui coaching, serta mengembangkan kompetensi coach berbasis kearifan lokal.
Dengan visi menjadi asosiasi praktisi coach yang kompeten dan akuntabel, APCI optimistis dapat berkontribusi dalam mendorong lahirnya birokrasi Indonesia yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global.
“Ke depan, coaching harus menjadi bagian integral dalam sistem pengembangan SDM nasional. Dengan kolaborasi lintas sektor, kita bisa mewujudkan birokrasi kelas dunia yang responsif terhadap perubahan,” pungkas Adang Adha.






