JAKARTA – Anggota BKSAP DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Banten Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan pentingnya penguatan diplomasi parlemen dalam merespons dinamika konflik global yang berdampak langsung terhadap Indonesia, khususnya di sektor ekonomi, pangan, dan logistik.
Hal tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi Pimpinan dan Anggota BKSAP DPR RI yang digelar pada Rabu (8/4/2026) seperti dikutip di akun Instagram miliknya, secara khusus membahas peran strategis diplomasi parlemen dalam menghadapi eskalasi konflik global.
Dalam pertemuan tersebut, Adde menjelaskan, BKSAP menyoroti berbagai potensi dampak lanjutan dari konflik internasional, mulai dari ancaman krisis energi, terganggunya rantai pasok logistik, hingga risiko kenaikan harga pangan. Oleh karena itu, diplomasi parlemen dipandang sebagai instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Adde menjelaskan bahwa diplomasi parlemen atau second track diplomacy menjadi pelengkap dari diplomasi pemerintah, dengan fokus membangun komunikasi dan kerja sama antar parlemen dunia guna menciptakan stabilitas global.
“Melalui diplomasi parlemen, Indonesia dapat terus menjaga posisi sebagai negara yang bebas aktif dan non-blok, sekaligus memperkuat peran sebagai jembatan perdamaian di tengah konflik global,” ujar Adde.
Adde menambahkan, dalam forum tersebut, anggota BKSAP juga menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Indonesia yang sejak awal berkomitmen menjadi penengah dalam berbagai konflik internasional. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan perdamaian dan kerja sama internasional.
Sebagai bagian dari langkah konkret, BKSAP akan mendorong peningkatan peran Indonesia dalam berbagai forum parlemen internasional seperti Inter-Parliamentary Union, ASEAN Inter-Parliamentary Assembly, dan Organisation for Economic Co-operation and Development. Forum-forum tersebut dinilai strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Lebih lanjut, Adde mengungkapkan, salah satu rekomendasi penting dalam rapat tersebut adalah mendorong pelaksanaan pertemuan bilateral dengan Iran, sebagai langkah untuk membuka kembali akses Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia, termasuk bagi Indonesia.
“Pembukaan kembali akses Selat Hormuz sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi minyak, sehingga tidak mengganggu ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, tugas utama BKSAP tidak hanya sebatas menjalin hubungan antar parlemen, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah diplomasi mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menurut Adde, BKSAP telah aktif menjalankan peran tersebut dengan memperkuat komunikasi internasional, mendorong dialog perdamaian, serta memastikan kepentingan Indonesia tetap terjaga di tengah situasi global yang dinamis.
“BKSAP hadir untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam menjaga stabilitas global dan melindungi kepentingan nasional,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Adde berharap sinergi antara DPR RI dan pemerintah dapat terus diperkuat agar langkah diplomasi Indonesia semakin efektif dan mampu memberikan dampak positif, baik di tingkat global maupun bagi kesejahteraan masyarakat di dalam negeri.






