Riset Kampus Harus Menjawab Kebutuhan Nyata
BANJARMASIN – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Sulsel III La Tinro La Tunrung menilai pentingnya hilirisasi riset di perguruan tinggi. Tujuan riset itu, menurut La Tinro, agar hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik semata, tetapi mampu diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung fasilitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu seperti dikutip media DPR RI. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat berbagai inovasi yang dikembangkan sivitas akademika, khususnya di bidang teknik dan kelistrikan.
Salah satu yang menjadi perhatian La Tinro, pengembangan perangkat switchgear tegangan menengah yang telah melalui uji kelayakan. Bagi La Tinro, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa riset kampus memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan industri dalam negeri.
“Riset harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apa yang dilakukan di politeknik ini sudah menunjukkan arah yang tepat dan perlu terus didorong agar bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.
Dorong Kurangi Ketergantungan Impor
La Tinro menilai, penguatan riset terapan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, khususnya di sektor teknologi dan peralatan industri.
Ia melihat bahwa produk hasil riset kampus, seperti switchgear tersebut, berpeluang untuk diproduksi secara massal dan digunakan secara luas di dalam negeri. Jika didukung secara serius, hal ini dapat menjadi substitusi produk impor yang selama ini masih mendominasi pasar.
“Hilirisasi riset ini penting agar kita tidak terus bergantung pada produk luar. Kampus harus menjadi bagian dari solusi dalam memperkuat industri nasional,” tegasnya.
Perlu Dukungan Komersialisasi dan Kemitraan
Lebih lanjut, La Tinro menekankan bahwa tantangan utama riset di perguruan tinggi adalah berhenti pada tahap prototipe. Oleh karena itu, ia mendorong adanya dukungan konkret berupa kebijakan, pendanaan, serta kemitraan dengan dunia industri agar inovasi dapat masuk ke tahap produksi dan komersialisasi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam proses pengembangan teknologi. Menurutnya, bahan baku dalam negeri seperti keramik dapat dimanfaatkan untuk produksi komponen kelistrikan, sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah.
“Pemanfaatan sumber daya lokal akan memperkuat ekosistem riset sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Perkuat Daya Tarik Perguruan Tinggi Daerah
Selain isu riset, Komisi X DPR RI juga menyoroti tantangan pemerataan kualitas pendidikan tinggi. La Tinro mengakui bahwa masih banyak mahasiswa berprestasi yang memilih melanjutkan studi ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri.
Namun demikian, ia optimistis bahwa peningkatan kualitas, fasilitas, dan rekam jejak perguruan tinggi di daerah akan mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai wilayah.
“Jika kampus memiliki kualitas dan fasilitas yang baik, tentu akan menjadi magnet bagi mahasiswa, bahkan dari luar daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan riset dan inovasi juga akan berdampak pada reputasi institusi pendidikan tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Komisi X DPR RI Siap Kawal Penguatan Riset
Sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan, Komisi X DPR RI memastikan akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan riset terapan dan hilirisasi inovasi di perguruan tinggi.
La Tinro menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus menjadi motor penggerak pembangunan dan kemandirian bangsa.
“Riset yang kuat dan berdampak akan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup La Tinro.






