DPR Desak Reformasi Rekrutmen Polri, Mercy Chriesty Barends: Transparansi Harus Jadi Standar Baru

JAKARTA – Desakan reformasi dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menguat. Anggota Komisi III DPR RI Mercy Chriesty Barends menilai sistem rekrutmen Polri perlu segera dibenahi agar lebih transparan dan berbasis merit.

Dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (2/4/2026), Mercy menekankan, proses seleksi yang terbuka akan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Kalau sistem seleksi dibuat terbuka seperti ASN, di mana hasil bisa langsung diketahui, maka ruang kecurigaan publik bisa ditekan,” ujarnya.

Dorong Standarisasi Sistem Digital
Mercy mendorong agar Polri mengadopsi sistem Computer Assisted Test (CAT) yang selama ini telah diterapkan dalam rekrutmen aparatur sipil negara.

Menurut Mercy, sistem tersebut terbukti mampu menghadirkan proses seleksi yang lebih objektif dan terukur.
Ia menilai digitalisasi bukan sekadar modernisasi, tetapi juga alat kontrol untuk memastikan tidak ada intervensi dalam penilaian.

Rekrutmen Harus Berbasis Merit
Lebih jauh, Mercy menegaskan bahwa rekrutmen Polri harus sepenuhnya berbasis merit, bukan faktor non-teknis. Ia mengingatkan bahwa kualitas anggota Polri sangat ditentukan sejak tahap awal seleksi.

“Kalau sejak awal tidak berbasis merit, maka akan berdampak panjang pada kualitas institusi,” tegasnya.

Perluas Peran Lembaga Pendidikan

Dalam pandangannya, institusi pendidikan seperti Akademi Kepolisian dan Lemdiklat Polri perlu dilibatkan lebih aktif dalam proses seleksi.

Ia menilai, lembaga pendidikan memiliki kapasitas untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap calon anggota, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga integritas dan karakter.

Pengawasan Publik Harus Dibuka

Mercy juga menyoroti pentingnya membuka ruang pengawasan publik melalui mekanisme pengaduan yang jelas dan mudah diakses.

Bagi Mercy, tanpa kanal pengaduan yang transparan, masyarakat akan kesulitan melaporkan dugaan pelanggaran dalam proses rekrutmen.

“Harus ada sistem pengaduan yang jelas. Ini penting agar publik bisa ikut mengawasi,” katanya.

Momentum Perbaikan Institusi

DPR menilai, pembenahan rekrutmen menjadi momentum penting bagi Polri untuk memperkuat kredibilitas di tengah tuntutan reformasi kelembagaan.
Mercy menegaskan, sistem yang transparan dan akuntabel akan memastikan bahwa anggota Polri yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan integritas tinggi.

“Ini bukan hanya soal seleksi, tapi masa depan institusi. Kalau prosesnya baik, hasilnya juga akan baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *