“PANCAKALA NUSANTARA” Menggemparkan Jum’at Aksi Seni TIM: Lima Unsur Seni Menyatu, Mujib Hermani Dorong Panggung Kebudayaan Lebih Terbuka

JAKARTA | MEDIA BELA RAKYAT — Jum’at malam, 23 Oktober 2026, panggung “Jum’at Aksi Seni” (JAS) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, berdenyut dalam semangat PANCAKALA NUSANTARA, persembahan Rumah Hebat Nusantara bersama Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki (FPS-TIM). Lima unsur seni (tari, lukis, sastra, musik, dan pencak silat) berpadu dalam satu panggung, membuktikan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa silam, melainkan jiwa bangsa yang terus bergerak menjemput zaman.

Mujib Hermani, inisiator FPS-TIM sekaligus Ketua Umum Masyarakat Pegiat Seni Indonesia (MPSI) dan Sekretaris Jenderal Prodem, mengapresiasi konsep PANCAKALA NUSANTARA yang dinilainya mampu merajut keberagaman ekspresi menjadi harmoni kebudayaan.

“Saya mengapresiasi konsep ini karena lima unsur seni dipertemukan dalam satu ruang. Seni tidak semestinya berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan, membuka dialog, dan memberikan kesempatan kepada seniman untuk tumbuh bersama,” tutur Mujib.

Kekaguman Mujib semakin terasa ketika dirinya dilukis dalam waktu singkat di tengah gelaran tersebut, “Saya mendorong agar para seniman Rumah Hebat Nusantara memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk meramaikan Hari Jadi TIM ke-58 yang akan diperingati pada 10–12 November 2026 mendatang. Jangan jadikan perayaan bukan sekadar seremoni belaka, melainkan panggilan untuk membuka panggung bagi kreativitas. Kejayaan pusat kesenian tidak hanya diukur dari megahnya gedung, tetapi juga dari luasnya ruang bagi seniman untuk menyuarakan zaman,” tegasnya.

Pesan tentang pentingnya ruang kebudayaan turut disuarakan Andi Riwanto, yang akrab disapa Ipin, saat menampilkan pencak silat sebagai seni sekaligus warisan nilai luhur Nusantara. “Ruang berkesenian dan berkebudayaan semestinya dibuka seluas-luasnya oleh pemerintah, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. Kebudayaan jangan hanya dirayakan saat seremoni. Seniman membutuhkan ruang dan kesempatan agar tradisi tetap hidup, karya terus tumbuh, dan generasi muda mengenal akar jati dirinya,” ujar Ipin kepada awak media Media BelaRakyat.com, Jum’at (23/10/2026).

Antusiasme penonton pun datang dari Miss Cacha, yang rela menempuh perjalanan jauh dari Cibarusah, wilayah selatan Kabupaten Bekasi, demi menyaksikan JAS secara langsung. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa panggung seni mampu melampaui batas wilayah dan menyatukan kerinduan masyarakat terhadap kebudayaan. Di tengah riuhnya dunia digital, perjumpaan langsung antara seniman dan penonton tetap menghadirkan kehangatan yang tak tergantikan: karya menemukan penikmatnya, rasa saling bertaut, dan persaudaraan menemukan rumahnya.

Miss Cacha turut menyoroti pentingnya dukungan terhadap ruang-ruang kesenian dan kebudayaan. Semangat JAS sejalan dengan Pasal 32 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengatur upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi salah satu landasan pembagian urusan pemerintahan di bidang kebudayaan. Pesannya jelas: pemajuan kebudayaan membutuhkan kebijakan nyata, ruang yang inklusif, dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, serta masyarakat.

Pada akhirnya, PANCAKALA NUSANTARA menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi mendalam: ketika tari bergerak, lukisan bercerita, sastra menyentuh jiwa, musik menyatukan rasa, dan pencak silat menegakkan martabat, kebudayaan menjelma cahaya penjaga jati diri bangsa. Apresiasi Mujib, seruan Ipin, dan langkah Miss Cacha dari Cibarusah menjadi pengingat bahwa seni membutuhkan gagasan, ruang, dan publik yang peduli. Menjelang Hari Jadi TIM ke-58, panggung kebudayaan semestinya menjadi rumah bersama, dimana tempat kreativitas bersemi, tradisi bernapas, dan masa depan Nusantara ditulis dengan tinta keberagaman.
(CP/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *