Jika Hatimu Gelisah, Bacalah Enam Hikmah Ini

Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar

Ada kalanya hidup terasa begitu berat. Bukan karena ujian yang terlalu besar, tetapi karena hati lupa kepada enam kebenaran sederhana yang menjadi penopang kehidupan.
Ahli hikmah berkata:
ثَلَاثٌ إِذَا عَدَدْتَ عَلَيْهَا هَانَتْ عَلَيْكَ الدُّنْيَا:

أَنْ تَرْضَى بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ، وَأَنْ تَتَوَقَّعَ النَّقْصَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَأَنْ تَعْلَمَ أَنَّ كُلَّ مَا فِي الدُّنْيَا زَائِلٌ.

وَثَلَاثٌ إِذَا نَسِيتَهَا أَتْعَبَتْكَ الْحَيَاةُ:

أَنَّ بَعْدَ الْعُسْرِ يُسْرًا، وَأَنَّ اللَّهَ يُعَوِّضُ الصَّابِرِينَ خَيْرًا، وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَنْسَى عِبَادَهُ

“Ada tiga hal yang akan membuat dunia terasa ringan bagimu: 1. Ridha terhadap ketetapan Allah, 2.Menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia yang sempurna, dan 3. Meyakini bahwa semua yang ada di dunia ini pasti akan berlalu.

Ada pula tiga hal yang jika engkau lupakan, hidup akan terasa berat: 1. Bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan, 2. Allah akan mengganti kesabaran dengan yang lebih baik, dan 3. Allah tidak pernah melupakan hamba-hamba-Nya.”

Enam hikmah ini mengajarkan bahwa ketenangan bukan lahir karena hidup tanpa ujian, melainkan karena hati mengenal Tuhannya. Orang yang ridha tidak akan diperbudak oleh keinginan. Orang yang sadar bahwa dunia tidak sempurna tidak akan kecewa secara berlebihan. Dan orang yang yakin bahwa segala sesuatu akan berlalu tidak akan terlalu larut dalam kesedihan ataupun kemewahan.

Allah sendiri menegaskan:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarḥ: 5–6)

Pada akhirnya, kebahagiaan bukanlah memiliki dunia sepenuhnya, tetapi mengetahui batasnya. Dunia cukup berada di tangan, jangan biarkan ia menetap di hati. Sebab, hati yang dipenuhi dunia akan mudah gelisah, sedangkan hati yang dipenuhi Allah akan tetap tenang, meski dunia sedang berguncang.

Karena itu, jika suatu hari hatimu terasa sempit, janganlah terlebih dahulu mengubah duniamu. Ubahlah cara hatimu memandang dunia. Sebab ketika hati kembali kepada Allah, beban yang sama pun terasa jauh lebih ringan.🙏

#Wallahu A’lam Bishawab

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *