Jatuh dari Peringkat 2 ke 8, Prestasi Olahraga Dompu Dinilai Anjlok Akibat Kegagalan Manajemen

DOMPU – Penurunan prestasi olahraga Kabupaten Dompu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026 menjadi sorotan tajam masyarakat. Dari posisi juara kedua pada tahun 2023, Dompu kini anjlok ke peringkat kedelapan, padahal jumlah cabang dan nomor pertandingan yang diikuti justru meningkat sangat signifikan.

Suparman, Mantan Sekretaris Partai Kebangkitan Nusantara Kabupaten Dompu, menilai kemunduran ini adalah bukti nyata kegagalan total pengelolaan olahraga di daerah tersebut. “Kinerja KONI Dompu saat ini sama halnya menampar muka Bupati Dompu serta harapan besar masyarakat yang menaruh harapan pada generasi muda,” tegasnya di Dompu, Minggu (26/7/26).

Data yang disampaikan menunjukkan perbandingan yang sangat ironis: pada Porprov 2023, dengan hanya mengikuti 35 cabang olahraga dan 475 nomor pertandingan, Dompu sukses meraih 43 medali emas dan menempati posisi kedua secara keseluruhan. Sebaliknya, pada tahun 2026 meskipun jumlah cabang ditingkatkan menjadi 51 cabor yang mencakup 702 nomor pertandingan—hampir dua kali lipat dari sebelumnya—Dompu hanya mampu menambah satu medali emas saja menjadi 44, namun posisinya merosot tajam ke peringkat ke-8.

Suparman menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak semata bergantung pada besarnya anggaran yang dikeluarkan. Uang bukan faktor utama, melainkan hanya faktor pendukung. Urusan prestasi adalah soal bakat yang dipilih secara profesional dan diberi kesempatan berjuang secara adil. Banyak atlet berprestasi justru mengeluarkan biaya sendiri karena didasari semangat dan bakat yang terjaga, ujarnya.

Ia menilai penyebab utama kemunduran drastis dari posisi dua ke delapan adalah pengabaian terhadap atlet yang memiliki kualitas nyata. “Atlet-atlet bermutu yang sudah terbukti kemampuannya justru tidak diberi kesempatan membela nama baik Dompu. Sebaliknya, yang diprioritaskan bukan berdasarkan prestasi dan kemampuan bertanding, melainkan pertimbangan lain yang tidak berhubungan dengan kualitas olahraga,” kritiknya.

Penegasan Tegas: Minta Bupati Evaluasi dan Ganti Pimpinan KONI

Merespons kondisi yang memprihatinkan ini, Suparman secara tegas mendesak Bupati Dompu untuk segera turun tangan. Kami meminta Bupati Dompu segera melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja seluruh jajaran KONI Kabupaten Dompu. Jika terbukti gagal menjalankan tugas pokok dan fungsinya, maka Ketua KONI Dompu harus segera diganti dengan figur yang lebih profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan atlet serta kemajuan olahraga daerah, tandasnya.

Ia menambahkan, pergantian kepemimpinan ini diperlukan untuk memutus rantai kesalahan manajemen yang terus berulang. “Jangan biarkan potensi besar anak-anak muda kita terbuang sia-sia. Mekanisme seleksi harus transparan, kembali mengutamakan kompetensi, dan kesempatan harus diberikan kepada mereka yang memang pantas membela Dompu,” pungkas Suparman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *