BEKASI: BELA RAKYAT – Pendiri Alexandria Islamic School, Dr. Ir. H. M. Idris Laena, M.H., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan melahirkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia, karakter kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan agama.
Pesan tersebut disampaikan Idris Laena saat memberikan sambutan dalam Gathering and Closing Ceremony Pre-Session Alexandria Islamic School Tahun Ajaran 2026–2027 yang berlangsung di Auditorium Alexandria Islamic School, Jalan Pengasinan No. 50, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan orang tua dan wali murid, para siswa baru, jajaran guru, pengurus Yayasan Balai Pendidikan Laena Internasional (YBPLI), tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari unsur pemerintah.
Idris Laena: Pendidikan adalah Investasi Peradaban
Dalam sambutannya, Idris Laena yang juga mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar menegaskan bahwa Alexandria Islamic School dibangun dengan cita-cita menghadirkan pendidikan yang mampu mencetak generasi masa depan Indonesia yang unggul sekaligus berkarakter.
Menurut Idris, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana membentuk pribadi yang berintegritas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Anak-anakku, saya bermimpi seperti mimpi ayah dan bunda kalian. Buatlah mereka bangga dengan prestasi kalian dan dengan akhlak yang kalian dapatkan. Jadilah anak yang berbakti bagi bangsa, agama, dan negara,” ujar Idris Laena di hadapan para siswa dan orang tua.
Suasana auditorium pun menjadi penuh haru dan tangis ketika Idris meminta seluruh siswa menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada orang tua mereka.
“Tundukkan kepala kalian sebagai tanda terima kasih kepada orang tua kalian,” ucapnya yang langsung diikuti seluruh siswa.
Alexandria Dibangun dengan Semangat Pengabdian Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Idris Laena juga memperkenalkan jajaran pengurus Yayasan Balai Pendidikan Laena Internasional yang sebagian besar merupakan putra-putrinya yang memiliki pengalaman pendidikan dan karier internasional.
Ia memperkenalkan Tania Laena Putri, B.Sc., MBA., sebagai Ketua Yayasan BPLI. Idris menjelaskan bahwa putrinya merupakan lulusan Ludwig University of Science, Jerman, melanjutkan studi magister di Barcelona University, Spanyol, serta pernah bekerja di perusahaan dirgantara dunia Airbus di Jerman.
Namun, demi mengabdikan diri di dunia pendidikan Indonesia, Tania memilih kembali ke Tanah Air untuk memimpin yayasan.
“Saya meminta beliau kembali ke Indonesia agar mendedikasikan diri di dunia pendidikan dan memimpin Yayasan Balai Pendidikan Laena Internasional,” kata Idris yang disambut tepuk tangan hadirin.
Selain itu, Idris juga memperkenalkan putrinya yang lain, Dr. Asrit Laena Putri, S.H., M.H., sebagai Sekretaris Yayasan.
Dengan nada hangat, Idris menceritakan bahwa Asrit bukan hanya putrinya, tetapi juga pernah menjadi teman kuliah saat menempuh pendidikan magister hingga doktor.
Sementara putra mereka Haikal Laena lulusan University of Adelaide, Australia, dipercaya sebagai Bendahara Yayasan.
Dihadiri Pengawas Pendidikan hingga Anggota DPR RI
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dari dunia pendidikan dan pemerintahan.
Turut hadir antara lain:
1. Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Sofyan Hadi.
2. Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Bekasi Hj. Nina Handayani, S.Pd.SD., M.Pd.
3. Pengawas Pembina Kota Bekasi Rahma Rinawati, M.Pd.
4. Pengawas Kementerian Agama H. Mukaram, M.Si.
5. Pengawas Kementerian Agama Hj. Samri, M.Pd.
6. Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (DPP Pemuda LIRA) Habibie Mahabbah. SIP, MM.
6. Idris juga secara khusus menyambut kehadiran Dr. Mujib Rahmat, S.H., M.H., anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.
“Kalau soal pendidikan, beliau ahlinya karena sudah enam periode menjadi anggota DPR Republik Indonesia,” ujar Idris.
Selain itu hadir pula rombongan dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) beserta Yayasan Sosial Pendidikan Pusri.
Idris menjelaskan bahwa dirinya baru saja mendapat amanah sebagai Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, sehingga mengundang jajaran Pusri untuk melihat secara langsung perkembangan Alexandria Islamic School.
Alexandria Menggabungkan Pendidikan Islam dan Teknologi
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, penyambutan Dewan Pembina Yayasan, pertunjukan tari zapin dan seni bela diri, pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Alexandria Islamic School.
Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Yayasan, pemutaran video profil sekolah, presentasi fitur Alexandria Smart, prosesi penyerahan sertifikat peserta pre-session, penyematan almamater secara simbolis, serta pembacaan Tri Ikrar Siswa Alexandria.
Berbagai penampilan siswa seperti angklung, drama berbahasa Inggris, storytelling, pidato, pembacaan puisi hingga pertunjukan musik menjadi bukti bahwa Alexandria tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, seni, kepemimpinan, dan kepercayaan diri peserta didik.
Orang Tua Menjadi Teladan Pertama
Dalam bagian akhir sambutannya, Idris Laena menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua.
Menurutnya, pendidikan terbaik bagi anak dimulai dari keteladanan orang tua di rumah.
Ia menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris yang mendapat apresiasi para hadirin.
“Your children are watching you more than they are listening to you. Be the example of the values you wish to see in them. Because in the end, it is not what we teach, but what we live, that sets their future.”
Yang artinya: “Anak-anakmu lebih banyak memperhatikan apa yang kamu lakukan daripada mendengarkan apa yang kamu katakan. Jadilah teladan dari nilai-nilai yang ingin kamu tanamkan dalam diri mereka. Karena pada akhirnya, bukan apa yang kita ajarkan yang paling membentuk masa depan mereka, melainkan bagaimana kita menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari.”
Pesan tersebut mengingatkan bahwa anak-anak lebih banyak belajar dari perilaku orang tua dibandingkan hanya mendengar nasihat.
Pantun Penutup yang Menginspirasi
Menutup sambutannya, Idris Laena mengajak seluruh keluarga besar Alexandria Islamic School untuk terus membangun generasi penerus bangsa yang unggul.
Ia menutup pidatonya dengan sebuah pantun yang disambut meriah oleh peserta.
“Pergi berlayar menuju seberang,
Angin sepoi menemani pagi.
Didik anak dengan cinta yang terang,
Agar jadi pelita peradaban negeri.”
Idris kemudian mengakhiri sambutan dengan mengajak seluruh elemen sekolah untuk terus melangkah bersama membangun pendidikan yang berkualitas.
“Mari kita terus melangkah, membangun generasi, dan menegakkan peradaban,” tutup mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar tersebut sebelum mengakhiri pidatonya dengan salam penutup.






