JAKARTA – BELA RAKYAT – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia memperingati Hari Lahir ke-73 pada 7 November 2026. Momentum bersejarah ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya peringatan hari lahir KPU dilaksanakan secara resmi dengan mengusung refleksi perjalanan panjang lembaga penyelenggara pemilihan umum di Indonesia.
Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos, menyebut usia 73 tahun sebagai fase kematangan yang harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Betty melalui unggahan akun Instagram resmi KPU RI, Jumat (7/11/2026), dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-73 KPU.
Dalam keterangannya, Betty mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada lembaga yang menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
“Yang pertama saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Komisi Pemilihan Umum yang ke-73. Wow, pada usia ini kita masuk pada usia kematangan yang sungguh luar biasa dan kita berharap KPU juga sudah matang secara demokrasi untuk menunjukkan bahwa kerja-kerja kita di dunia kepemiluan akan jauh lebih baik,” ungkap Betty.
Menurutnya, usia panjang sebuah lembaga bukan sekadar menunjukkan perjalanan waktu, melainkan juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Tata Kelola Kepemiluan Lebih Baik dan Transparan
Lebih lanjut, Betty menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Lahir ke-73 menjadi titik penguatan bagi KPU dalam membangun tata kelola kepemiluan atau electoral governance yang semakin berkualitas.
Ia menekankan bahwa pembenahan kelembagaan harus diarahkan pada sistem kerja yang lebih baik, efisien, profesional, serta terbuka terhadap pengawasan dan partisipasi publik.
“Harapan saya tentu ada perbaikan pada tata kelola electoral governance di Komisi Pemilihan Umum yang jauh lebih baik, jauh lebih efisien, dan kemudian memberikan keterbukaan pada publik,” ujarnya.
Betty juga mengingatkan bahwa mewujudkan tata kelola kepemiluan yang ideal membutuhkan proses, komitmen, dan kerja bersama seluruh jajaran KPU.
“Mudah-mudahan kita punya step by step, langkah-langkah yang lebih baik agar tata kelola ini bisa kita wujudkan secara bersama-sama,” tambahnya.
Kematangan KPU Harus Sejalan dengan Kepercayaan Publik
Pernyataan Betty memberikan pesan penting bahwa kematangan KPU tidak cukup diukur dari usia dan pengalaman kelembagaan. Lebih dari itu, kematangan harus tercermin melalui integritas penyelenggara, profesionalisme, transparansi, efisiensi birokrasi, serta kemampuan menghadirkan pemilu yang demokratis dan berkeadilan.
Di tengah dinamika demokrasi Indonesia yang terus berkembang, KPU memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap tahapan pemilu berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal utama bagi keberlangsungan demokrasi. Karena itu, keterbukaan informasi, peningkatan kualitas pelayanan, dan perbaikan tata kelola kelembagaan perlu terus diperkuat.
Melalui unggahan peringatan Hari Lahir ke-73 tersebut, KPU RI juga mengajak masyarakat, khususnya #TemanPemilih, untuk menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik bagi perjalanan KPU ke depan melalui kolom komentar media sosial resmi lembaga tersebut.
Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk membangun KPU yang semakin matang, independen, profesional, transparan, dan senantiasa menjaga kepercayaan rakyat.
Selamat Hari Lahir ke-73 Komisi Pemilihan Umum. Mengawal demokrasi, menjaga kepercayaan rakyat.






