Afifuddin Jadikan HUT ke-73 KPU Momentum Berbagi, Santunan Yatim Jadi Tradisi Sejak 2022

JAKARTA – BELA RAKYAT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan kelembagaan penyelenggara pemilu, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan melalui kegiatan santunan dan doa bersama anak-anak yatim.

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menegaskan, kegiatan santunan tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka memperingati hari lahir KPU. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan keberkahan melalui kepedulian terhadap sesama.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut disampaikan Afifuddin dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama Anak Yatim yang berlangsung di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (6/11/2026), dengan dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, serta jajaran pimpinan dan pegawai KPU.

Dalam sambutannya, Afifuddin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan KPU RI, di antaranya Iva Rosita, Sekretaris Jenderal, para deputi, pejabat eselon II dan III, serta seluruh keluarga besar KPU.

Menurut Afifuddin, berkumpul bersama anak-anak yatim memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar memberikan bantuan materi. Ada nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kebersamaan yang perlu terus dirawat dalam kehidupan kelembagaan.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk memberi santunan, tetapi juga untuk mengambil keberkahan dari memuliakan anak-anak yatim,” demikian pesan Afifuddin dalam sambutannya.

Ia kemudian mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang kedudukan orang yang mengasuh anak yatim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah mengisyaratkan kedekatan antara beliau dengan orang yang memelihara anak yatim di surga melalui jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Anā wa kāfilul yatīmi fil jannati hākadzā, wa asyāra bis-sabbābati wal-wusthā wa farraja bainahumā syai’an.

Artinya:
“Aku dan orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim di surga seperti ini.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan merenggangkan keduanya sedikit. (HR. Bukhari No. 5304, dari Sahl bin Sa’ad RA)

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran agama yang memiliki nilai kemuliaan dan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Santunan Yatim Menjadi Tradisi Tahunan KPU Sejak 2022

Kegiatan santunan anak yatim di lingkungan KPU bukanlah kegiatan yang baru dilaksanakan pada peringatan HUT ke-73. Tradisi berbagi dan doa bersama tersebut telah menjadi bagian dari agenda sosial KPU yang secara rutin dilaksanakan sejak 2022.

Pelaksanaannya melibatkan jajaran KPU di berbagai tingkatan, mulai dari KPU RI hingga satuan kerja KPU provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, KPU berupaya membangun budaya kepedulian sosial di tengah aktivitas kelembagaan yang selama ini identik dengan penyelenggaraan pemilihan umum.

Bagi KPU, tanggung jawab kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tahapan pemilu, penguatan demokrasi, dan pelayanan terhadap pemilih. Nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi.

Kegiatan santunan yang dihimpun melalui kepedulian dan infak jajaran pegawai tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

HUT ke-73, Momentum Memperkuat Nilai Kemanusiaan

Peringatan HUT ke-73 KPU tahun ini menjadi momentum untuk memperluas makna rasa syukur. Usia kelembagaan yang terus bertambah tidak hanya dirayakan melalui kegiatan internal, tetapi juga diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kegiatan tersebut turut memberikan dimensi spiritual pada peringatan hari lahir KPU.

Melalui tausiyah dan doa bersama, anak-anak yatim ditempatkan sebagai bagian penting dari momentum peringatan tersebut. Mereka bukan sekadar penerima santunan, melainkan juga pengingat tentang pentingnya berbagi, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial.

Tradisi ini juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan dapat tumbuh berdampingan dengan tugas kelembagaan negara.

Di berbagai daerah, jajaran KPU turut melaksanakan kegiatan serupa. KPU Kabupaten Bekasi dan KPU Kota Pekanbaru, misalnya, menggelar santunan dan doa bersama sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari lahir ke-73 KPU.

Partisipasi satuan kerja di daerah tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya menjadi kegiatan di tingkat pusat, tetapi juga menjadi tradisi yang melibatkan keluarga besar KPU secara nasional.

Syukur Harus Diwujudkan dengan Berbagi

Pesan penting dari kegiatan santunan tersebut adalah bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Momentum HUT ke-73 KPU menjadi pengingat bahwa sebuah lembaga negara juga memiliki ruang untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.

Bagi anak-anak yatim, perhatian dan kebersamaan yang diberikan dapat menjadi pengalaman berharga. Sementara bagi jajaran KPU, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa empati dan solidaritas di tengah pelaksanaan tugas negara.

Melalui tradisi santunan yang terus dijaga sejak 2022, KPU berupaya menjadikan peringatan hari lahir lembaga tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Di bawah kepemimpinan Mochammad Afifuddin, pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjadikan rasa syukur sebagai energi untuk berbagi dan menghadirkan kepedulian sosial.

Sebab, kebermaknaan sebuah perayaan bukan semata-mata diukur dari kemeriahan acaranya, melainkan juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *