JAKARTA – Ketua Umum Barisan Jakarta Foundation (BAJA), R. Lintang Fisutama, menyampaikan aspirasi pemuda dan masyarakat Kepulauan Seribu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Bapemperda DPRD Provinsi DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026).
RDPU itu membahas, terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penugasan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mengelola layanan angkutan perairan menuju Kepulauan Seribu. Dalam forum tersebut, BAJA menyatakan dukungannya terhadap rencana penugasan itu sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dengan daratan Jakarta.
BAJA memandang pengembangan angkutan perairan sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan akses transportasi, pelayanan publik, dan peningkatan perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu.
Lintang menilai Transjakarta telah memiliki pengalaman dalam mengelola transportasi publik dan menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan layanan angkutan perairan yang terintegrasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik geografis wilayah kepulauan dan kebutuhan masyarakat setempat.
“BAJA mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta menugaskan Transjakarta untuk mengelola angkutan perairan. Transjakarta sudah berpengalaman menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik Jakarta. Kami berharap pengalaman tersebut dapat diterapkan untuk memperkuat konektivitas Kepulauan Seribu dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat pulau,” ujar Lintang.
Menurut Lintang, konektivitas Kepulauan Seribu bukan sekadar persoalan transportasi, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta peluang ekonomi yang lebih luas.
Dalam RDPU tersebut, Lintang turut menyampaikan empat aspirasi utama pemuda dan masyarakat Kepulauan Seribu yang perlu menjadi perhatian dalam persiapan dan pelaksanaan layanan Transjakarta Angkutan Perairan.
Pertama, penyerapan tenaga kerja lokal. BAJA mendorong agar pemuda dan masyarakat Kepulauan Seribu mendapatkan kesempatan kerja dalam operasional layanan sesuai kebutuhan dan kompetensi. Kedua, pembenahan dermaga, termasuk kesiapan infrastruktur yang layak untuk menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional. Ketiga, penyediaan fasilitas penunjang yang memadai bagi penumpang maupun kebutuhan operasional. Keempat, kepastian jadwal dan rute agar masyarakat memperoleh layanan yang teratur, jelas, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Jangan sampai masyarakat pulau hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Kami berharap kehadiran Transjakarta membuka peluang kerja bagi pemuda lokal, didukung dermaga yang layak, fasilitas yang memadai, serta jadwal dan rute yang jelas. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kebijakan ini,” tegasnya.
BAJA juga menilai pengembangan angkutan perairan berpotensi memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung sektor pariwisata Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, perencanaan layanan perlu mempertimbangkan karakteristik geografis wilayah kepulauan, keterjangkauan tarif, keselamatan pelayaran, serta integrasi dengan moda transportasi lainnya.
Lintang mendorong agar pemuda dan masyarakat lokal dilibatkan dalam proses perencanaan hingga evaluasi layanan. Pelibatan tersebut penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan nyata warga.
“Jakarta bukan hanya daratan. Warga Kepulauan Seribu juga bagian dari Jakarta dan berhak mendapatkan akses transportasi yang layak. Kami mendukung penugasan Transjakarta untuk mengelola angkutan perairan, dengan harapan konektivitas semakin baik, pelayanan publik semakin mudah dijangkau, dan pemuda serta masyarakat lokal ikut merasakan manfaat ekonominya,” tutup R. Lintang Fisutama.
BAJA berharap pembahasan Ranperda terkait perubahan bentuk hukum PT Transportasi Jakarta menjadi Persero






