KUPANG + Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti maraknya tindak kriminal seperti pembunuhan dan kekerasan seksual yang diduga kuat dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras), khususnya miras oplosan, di sejumlah daDPRerah di Indonesia.
Dalam kunjungan kerja reses di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), anggota Komisi III DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menegaskan bahwa persoalan miras tidak hanya menjadi masalah lokal, tetapi juga terjadi di berbagai wilayah lain, termasuk di Sulawesi Selatan.
“Banyak kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang bermula dari konsumsi miras oplosan maupun minuman tradisional yang sudah dianggap sebagai bagian dari adat,” ujar Andi Amar kepada awak media, Rabu (24/4/2026).
Ia mencontohkan keberadaan minuman tradisional seperti “ballo” di Sulawesi Selatan yang kerap dikaitkan dengan berbagai tindakan kriminal. Menurutnya, pembiaran terhadap konsumsi miras dengan dalih tradisi dapat menciptakan sikap permisif di masyarakat.
“Ketika kebiasaan ini dianggap wajar karena alasan budaya, maka batas moral menjadi kabur. Ini yang kemudian memicu perkelahian, kekerasan seksual, hingga pembunuhan,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Komisi III DPR RI mendorong aparat penegak hukum untuk tidak ragu dalam menindak peredaran miras, termasuk yang berkedok tradisi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai kebiasaan tersebut.
“Generasi muda harus menjadi fokus utama sosialisasi bahaya miras. Jika kita bisa memberikan pemahaman sejak dini, maka potensi penyimpangan di masa depan dapat ditekan,” tambah politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Komisi III juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mengedukasi publik serta membangun kesadaran kolektif akan bahaya konsumsi miras.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas yang dipicu oleh miras serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan kondusif di berbagai daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur.






