Zaki Iskandar Ajak Kader Golkar DKI Solid: Jangan Terjebak Isu Munaslub!

JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, A. Zaki Iskandar, mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menjaga persatuan dan memperkuat soliditas organisasi di tengah berkembangnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Menurut Zaki, dinamika internal partai tidak boleh mengalihkan perhatian kader dari agenda besar organisasi, terutama persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Ia menegaskan, Golkar saat ini memiliki kepemimpinan yang sah di bawah Ketua Umum Bahlil Lahadalia sehingga seluruh elemen partai perlu menjaga komitmen dan konsistensi dalam menjalankan keputusan organisasi.

Bacaan Lainnya

Zaki menilai, tidak ada urgensi untuk membicarakan penyelenggaraan Munaslub. Sebaliknya, seluruh kekuatan partai seharusnya diarahkan pada kerja-kerja politik yang produktif, memperkuat struktur organisasi, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Partai Golkar memiliki kepemimpinan yang sah. Tidak ada agenda maupun kebutuhan untuk menyelenggarakan Munaslub. Karena itu, seluruh energi organisasi harus diarahkan untuk menjalankan agenda partai dan mempersiapkan kemenangan pada Pemilu 2029,” ujar Zaki dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).

Ia menegaskan, Golkar DKI Jakarta berkomitmen menjaga kekompakan internal sekaligus memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Bagi Zaki, perbedaan pandangan dan dinamika politik merupakan hal yang dapat terjadi dalam organisasi. Namun, hal tersebut tidak semestinya berkembang menjadi persoalan yang menghambat konsolidasi dan kerja nyata partai.

“Tidak ada alasan bagi setiap kader untuk terdistraksi oleh isu-isu yang justru dapat mengganggu konsentrasi organisasi. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana bekerja lebih baik, memperkuat partai, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Perkuat Struktur hingga Tingkat Kelurahan

Lebih jauh, Zaki mengungkapkan bahwa Golkar DKI Jakarta tengah memprioritaskan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian adalah memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan di seluruh wilayah Jakarta.

Penguatan struktur akar rumput tersebut dinilai penting untuk membangun mesin organisasi yang efektif sekaligus memastikan kehadiran partai di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kekuatan partai politik tidak cukup hanya diukur dari soliditas para elite. Lebih dari itu, partai harus mampu membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat, memahami kebutuhan rakyat, serta menghadirkan kontribusi nyata.

“Tantangan sesungguhnya sekarang adalah memastikan Golkar semakin dekat dengan masyarakat, semakin kuat secara organisasi, dan semakin dipercaya oleh rakyat. Itu yang sedang kami kerjakan di Jakarta,” ungkapnya.

Zaki juga mengingatkan seluruh kader Golkar, khususnya di Ibu Kota, agar menjadikan konsolidasi sebagai agenda bersama. Ia berharap setiap tingkatan organisasi mampu bergerak seirama, memperkuat komunikasi internal, dan meningkatkan aktivitas politik yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Menurutnya, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kerja terstruktur, kepemimpinan yang solid, serta keterlibatan aktif seluruh kader dalam membangun kepercayaan publik.

“Golkar tidak boleh kehilangan momentum. Saatnya kita merapatkan barisan, memperkuat organisasi, dan bekerja nyata untuk masyarakat. Fokus kita jelas, yaitu membesarkan Partai Golkar dan mempersiapkan kemenangan pada Pemilu 2029,” pungkas Zaki.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan sikap Golkar DKI Jakarta bahwa konsolidasi, penguatan organisasi, dan keberpihakan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menyongsong kontestasi politik nasional mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *