JAKARTA – BELA RAKYAT – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar membidik industri animasi sebagai salah satu sektor andalan baru untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Hal itu disampaikan Sarmuji dalam kunjungan dan dialog bersama pelaku industri kreatif. Menurutnya, karakteristik produksi animasi yang sarat akan detail menjadikan industri ini tergolong padat karya, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai ladang pekerjaan baru.
“Kami membidik industri animasi sebagai salah satu sektor andalan baru guna memperluas penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Karakteristik produksi animasi yang sarat akan detail dinilai menjadikan industri ini tergolong padat karya,” ujar Sarmuji seperti dikutip dari Insagram pribadinya.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan pesatnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Sarmuji menegaskan peran sentral tenaga manusia tetap tak tergantikan dalam menghasilkan karya kreatif berkualitas.
“Di tengah derasnya arus modernisasi dan pesatnya teknologi kecerdasan buatan, peran sentral tenaga manusia tetap tak tergantikan dalam menghasilkan karya kreatif berkualitas,” katanya.
Fenomena tersebut, lanjut Sarmuji, menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri digital sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia menegaskan komitmen Kementerian Perindustrian untuk menjadikan industri sebagai penyerap tenaga kerja maksimal, termasuk dari sektor digital.
“Kita sudah bertekad industri harus menjadi ladang bagi penyerapan tenaga kerja secara maksimal, dan salah satunya justru pada industri digital ini kita temukan penyerapan tenaga kerjanya banyak sekali,” tegas Sarmuji.
Menurut Sarmuji, pengembangan industri animasi tidak hanya soal ekonomi kreatif, tetapi juga soal membangun ekosistem digital nasional yang berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan animator, ilustrator, penulis naskah, pengisi suara, hingga tenaga teknis produksi.






