WANAM, PAPUA SELATAN – BELA RAKYAT – Kemandirian ekonomi keluarga tidak harus bergantung pada satu sumber penghasilan. Para mama di Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten Merauke, juga memiliki peluang besar untuk membangun usaha produktif melalui sektor pertanian.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius Kaize, dalam kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Kemandirian Pertanian Terintegrasi yang diselenggarakan Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI), Senin (19/10/2026), di Aula Kampung Wanam.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–13.30 WITA itu diikuti 33 peserta yang didominasi perempuan masyarakat adat. Salah satu hasil penting kegiatan tersebut adalah terbentuknya enam Kelompok Tani Perempuan.
Kosmas mengajak masyarakat Wanam untuk berani berubah dan memanfaatkan potensi pertanian sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Sudah saatnya masyarakat Wanam mampu bersaing di bidang pertanian. Kita harus berani berubah dan memanfaatkan potensi yang kita miliki,” pesannya.
Menurut Kosmas, pekerjaan di perusahaan bukan satu-satunya jalan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Ketika suami bekerja di perusahaan, para mama juga bisa mengambil peran melalui kegiatan pertanian yang dikelola secara terencana.
“Kalau suami bekerja di perusahaan, mama-mama juga bisa bergerak di bidang pertanian. Dengan begitu, keluarga punya peluang mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.
Ia berharap pembentukan enam Kelompok Tani Perempuan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian secara bersama-sama. Dengan adanya kelompok, para mama dapat saling membantu, mengatur kegiatan tanam, dan mengembangkan hasil pertanian agar memiliki nilai ekonomi.
“Kampung Wanam, pertanian bukan hanya kegiatan menanam dan memanen. Sektor ini juga menjadi peluang untuk membangun kemandirian, memperkuat ekonomi keluarga, serta mendorong masyarakat adat agar semakin berdaya” Tutup Kosmas.






