JAKARTA – BELA RAKYAT – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera. Generasi muda dinilai harus mendapatkan ruang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan, sekaligus menjadi motor penggerak perubahan di berbagai sektor.
Wakil Ketua Umum DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Muh. Azan Prajan Umasugi, SE, MSi, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi Sulawesi Selatan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi ruang refleksi untuk melihat sejauh mana pembangunan daerah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Azan, kemajuan Sulawesi Selatan tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan pembangunan juga harus terlihat dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia, terbukanya kesempatan kerja, meratanya akses pendidikan, serta hadirnya peluang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka.
“Peringatan HUT Sulawesi Selatan harus menjadi momentum untuk memperkuat optimisme dan semangat pembaruan. Kita ingin melihat anak-anak muda Sulsel tumbuh menjadi generasi yang berpendidikan, produktif, kreatif, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Azan kepada wartawan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Azan menegaskan, sebagaimana arah dan penekanan Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Habibie Mahabbah, SIP, MM, organisasi kepemudaan harus hadir bukan sekadar sebagai pelengkap kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut mendorong pembangunan dan mengawal kebijakan publik.
Pendidikan dan Kualitas SDM Harus Menjadi Prioritas
Salah satu hal yang perlu terus diperkuat dalam pembangunan Sulawesi Selatan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Akses pendidikan yang merata, beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, serta penguatan literasi digital merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Pemuda LIRA memandang bahwa setiap anak muda, baik yang tinggal di perkotaan maupun di wilayah perdesaan dan kepulauan, perlu memperoleh kesempatan yang adil untuk mengembangkan kemampuan dirinya.
Putra Sulsel ini menjelasan, pendidikan yang berkualitas harus diikuti dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki pasar kerja, membangun usaha, dan menciptakan inovasi.
“Investasi pada pendidikan dan pengembangan keterampilan pemuda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Sulawesi Selatan. Daerah yang mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul akan memiliki modal lebih kuat untuk bersaing dan mengembangkan potensi ekonominya,” jelas Azan.
Lapangan Kerja dan Kewirausahaan Harus Membuka Harapan
Selain pendidikan, persoalan lapangan kerja menjadi perhatian penting bagi generasi muda. Pertumbuhan ekonomi daerah perlu diikuti dengan penciptaan kesempatan kerja yang layak, peningkatan produktivitas, dan penguatan sektor-sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Tak hanya itu, Azan menegaskan bahwa Sulsel memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, industri pengolahan, hingga ekonomi kreatif dan usaha berbasis digital. Potensi tersebut perlu didorong agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat secara langsung.
Untuk itu, Pemuda LIRA juga mendorong agar anak muda yang ingin membangun usaha memperoleh akses lebih luas terhadap pendampingan, pelatihan, permodalan yang sesuai dengan ketentuan, serta jejaring pemasaran.
“Anak muda tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai pencari kerja. Mereka juga perlu difasilitasi agar mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan, inovasi, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal,” papar Azan.
Karena itu, terangnya, kebijakan pembangunan ekonomi daerah diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan generasi muda, sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar membuka harapan bagi masyarakat.
Pemerataan Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat
Pemuda LIRA turut menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Kemajuan daerah harus dirasakan masyarakat secara luas, bukan hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Azan memaoarkan, Pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, transportasi, akses internet, serta fasilitas publik yang menunjang kehidupan masyarakat.
Wilayah perdesaan, kawasan kepulauan, dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses perlu memperoleh perhatian yang proporsional agar masyarakatnya memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
“Dalam pandangan Pemuda LIRA, pembangunan yang inklusif adalah pembangunan yang membuka peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati hasilnya,” ujar Azan.
Oleh karena itu, setiap capaian pembangunan patut diapresiasi apabila benar-benar membawa manfaat bagi rakyat, meningkatkan kesejahteraan, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkecil kesenjangan antardaerah.
Pemuda Harus Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Azan menyampaikan bahwa Pemuda LIRA siap mengambil bagian dalam mendorong kemajuan Sulawesi Selatan melalui peran kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengawasan sosial yang konstruktif.
Pemuda LIRA memandang pemerintah sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Namun, kemitraan tersebut tetap perlu disertai sikap kritis agar kebijakan dan program yang dijalankan senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Fungsi kontrol sosial menjadi penting untuk memastikan bahwa program pembangunan direncanakan secara tepat, dilaksanakan secara transparan, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” papar Azan.
Pengawasan terhadap kebijakan publik bukanlah upaya untuk menghambat pembangunan. Sebaliknya, pengawasan yang objektif dan bertanggung jawab merupakan bagian dari kontribusi masyarakat untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam konteks tersebut, lanjut Azan, Pemuda LIRA mendorong keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan gagasan, memberikan masukan, mengidentifikasi persoalan di lingkungan masing-masing, serta mengawal pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan publik.
Pemuda LIRA Dorong Semangat Pembaruan
Sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibie Mahabbah, SIP, MM Pemuda LIRA diharapkan terus memperkuat peran sebagai wadah partisipasi anak muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, pembangunan daerah, dan masa depan bangsa.
“Semangat pembaruan harus diwujudkan melalui kerja nyata, gagasan yang solutif, keberanian menyampaikan aspirasi, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat,” ujar Azan.
“Bagi kami di Pemuda LIRA, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Karena itu, suara dan kebutuhan anak muda perlu mendapatkan ruang dalam proses perencanaan maupun evaluasi kebijakan pembangunan daerah,” sambung Azan.
Momentum HUT Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Harapan kita, Sulawesi Selatan semakin maju dengan menempatkan rakyat sebagai orientasi utama pembangunan dan memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, serta berkontribusi. Anak muda harus menjadi bagian dari solusi dan kekuatan penting dalam membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Pemuda LIRA dalam momentum hari jadi Sulawesi Selatan.
Di akhir pesannya, Peringatan HUT Sulawesi Selatan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan daerah, melainkan juga tentang membangun tekad untuk melanjutkan kemajuan. Dengan pendidikan yang lebih baik, peluang ekonomi yang terbuka, pemerataan pembangunan, dan partisipasi pemuda yang kuat, Sulawesi Selatan diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang semakin inklusif dan sejahtera.






