JAKARTA – BELA RAKYAT – Di saat langit Kalimantan masih pekat oleh asap, suara rakyat akhirnya menggema di Senayan. Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mendesak negara hadir secepatnya: evakuasi dulu anak-anak dan lansia, jangan biarkan mereka terus menghirup racun.
“Bila perlu anak-anak kecil, orang tua diungsikan dulu ke daerah yang aman dari asap. Ini tanggung jawab besar negara untuk melindungi segenap tumpah darah rakyat Indonesia,” tegas Daniel, Legislator Dapil Kalimantan Barat I, Senin (12/10/2026).
Bagi Daniel, ini bukan lagi sekadar kebakaran biasa. Ini sudah darurat kesehatan, darurat lingkungan, darurat ekonomi.
Sudah tiga bulan masyarakat Kalimantan hidup dikepung api. Sekolah lumpuh, penerbangan batal, ekonomi mati, dan yang paling menyakitkan: rakyat sakit-sakitan menghirup asap setiap hari.
“Kondisi saat ini sudah di ambang sangat berbahaya. 3 bulan karhutla itu seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak. Penderitaan apalagi yang kau dustakan?” ujar Politisi PKB itu dengan nada geram.
Ia mengakui pemerintah sudah berupaya memadamkan, tapi di lapangan asap masih tebal dan mencekik.
Karena itu, Daniel atas nama rakyat terdampak memohon langsung kepada Presiden Prabowo Subianto: Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional.
“Jangan tunda lagi. Faktanya ini sudah menjadi bencana internasional. Dampaknya sampai ke Malaysia dan Singapura. Mereka bahkan sudah membuka diri untuk membantu,” ungkapnya.
Menurut Daniel, menerima bantuan luar negeri bukan tanda negara lemah, tapi tanda negara serius menyelamatkan rakyatnya.
“Ini masalah yang sangat besar dan berdampak antarnegara. Butuh kerja sama kawasan. Yang utama sekarang adalah selamatkan rakyat dulu,” pungkasnya.
Tuntutan Rakyat Jelas:
1. Evakuasi segera kelompok rentan – anak-anak dan lansia
2. Tetapkan status Bencana Nasional agar semua kekuatan negara bisa dikerahkan
3. Buka diri untuk bantuan internasional demi pemadaman total
4. Negara tidak boleh abai saat rakyatnya sesak napas di negerinya sendiri.






