LEBAK – PANDEGLANG – BELA RAKYAT – Anggota MPR RI Periode 2024-2029, Dr. Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa tugas seorang Anggota MPR RI tidak hanya berdiskusi dan rapat di Gedung DPR RI Senayan, tetapi juga harus turun langsung menyapa masyarakat.
Hal itu disampaikan Adde Rosi saat menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bersama para guru, orang tua murid, dan siswa di daerah pemilihan Pandeglang – Lebak.
“Jadi tugas anggota DPR, tugas anggota MPR itu bukan hanya rapat di DPR saja, tapi datang ke masyarakat sosialisasi. 4 pilar atau kita sebut sosialisasi MPR,” ujar Adde Rosi dalam sambutannya seperti dikutip di Instagram prubadinya.
Momen hangat dalam kegiatan tersebut diwarnai dengan sambutan penuh semangat dari anak-anak sekolah dasar yang mengenakan seragam batik merah, pengalungan bunga, hingga pertunjukan seni daerah seperti penampilan tari tradisional dan tabuhan rebana oleh siswa.
Dalam sesi dialog kebangsaan, Adde Rosi mengajak para peserta untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua hafal Pancasila? Hafal. Semua menjalankan Pancasila sila satu sampai sila lima, benar? Ya jadi bersyukurlah kita karena kita dididik oleh orang tua kita ya silaturahmi,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila sesungguhnya sudah menjadi genetik bangsa Indonesia.
“Datang ke yang sakit, datang ke yang meninggal, datang ke yang nikahan itu diajarkan oleh orang tua kita. Artinya, genetik orang Indonesia itu adalah genetik Pancasila.”
Adde Rosi menambahkan, budaya silaturahmi, kepedulian sosial, gotong royong, hingga penghormatan terhadap sesama yang diajarkan orang tua sejak kecil adalah wujud nyata pengamalan Pancasila.
“Tugas kita bersama adalah terus menjaga dan mewariskannya kepada anak-anak kita. Mari bersama kita bumikan Pancasila demi lahirnya generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air,” pungkas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan foto bersama dan pembacaan komitmen kebangsaan bersama para pendidik dan masyarakat yang hadir.






