BAZNAS Jatim Diminta Perkuat Profesionalisme dan Respons Layanan Mustahik

SURABAYA – BELA RAKYAT – Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur didorong untuk menghadirkan peningkatan kinerja sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dinilai harus semakin profesional, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., ketika memberikan arahan kepada jajaran BAZNAS Jawa Timur dalam kunjungannya ke Kantor BAZNAS Jatim di Surabaya, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sodik hadir bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., serta jajaran BAZNAS RI.

Sodik menilai, penguatan organisasi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target penghimpunan dana ZIS, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja. Karena itu, ia mendorong agar seluruh jajaran BAZNAS membangun pola kerja yang sederhana, produktif, berdedikasi, dan berorientasi pada kualitas.

Menurutnya, penerapan merit system atau sistem kerja yang memberikan penghargaan berdasarkan prestasi perlu menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi.

“Di BAZNAS kita harus adil dan profesional. Kita harus menerapkan hal yang sekarang cukup sulit, yaitu merit system berbasis prestasi. Etika dan mutu ini bahkan disampaikan secara eksplisit dalam ajaran Islam,” kata Sodik.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan dana masyarakat. Dengan potensi zakat, infak, dan sedekah nasional yang sangat besar, BAZNAS dituntut mampu memastikan setiap dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan memberikan manfaat maksimal.

Sodik menegaskan bahwa tujuan utama pengelolaan ZIS bukan semata-mata meningkatkan penghimpunan, melainkan menjadikan dana tersebut sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

“Visi besar BAZNAS adalah menggulirkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan pengelolaan zakat dengan pembangunan ekonomi syariah yang dinilai memiliki prinsip keadilan dan keberlanjutan.

“Misi besar BAZNAS adalah membangun ekonomi syariah, sebuah sistem ekonomi yang sedang ditunggu-tunggu oleh dunia karena mampu tumbuh dan berkembang secara adil dan berkelanjutan. Sungguh mulia posisi kita ini,” tutur Sodik.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran BAZNAS di daerah tidak berhenti pada rutinitas administratif, tetapi terus melakukan pembenahan dan inovasi agar dana ZIS benar-benar mampu menjadi kekuatan ekonomi umat.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan BAZNAS RI dengan meningkatkan kualitas organisasi dan menyelaraskan program kerja daerah dengan 13 Program Prioritas BAZNAS RI.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan BAZNAS Jatim adalah LAPOR BAZ, sebuah layanan berbasis seluler dan media sosial yang dirancang untuk mempercepat akses masyarakat terhadap bantuan.

Melalui sistem tersebut, masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi mendesak diharapkan tidak harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Informasi mengenai kebutuhan mustahik dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.

“Kami berkomitmen penuh melakukan lompatan kinerja dan beradaptasi secara cepat, mulai dari pembenahan internal hingga percepatan respons pelayanan,” kata Ghofirin.

Ia menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Jawa Timur.

“Prinsip kami di BAZNAS Jawa Timur, jangan sampai ada rakyat Jawa Timur yang kelaparan sementara BAZNAS Jatim tidak mengetahuinya,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim untuk memperkuat fungsi pelayanan sekaligus memastikan distribusi dana ZIS semakin tepat sasaran.

Dalam pertemuan itu turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Bidang Pengumpulan H. Imam Hambali, M.S.E.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Hj. Amirotul Mu’minah, M.Pd.I., serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI., bersama jajaran BAZNAS Jatim.

Dengan kepemimpinan baru dan sejumlah agenda pembenahan, BAZNAS Jatim diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan dampak program ZIS. Pengelolaan yang profesional, pelayanan yang cepat, dan keberpihakan kepada mustahik menjadi kunci agar zakat semakin berperan dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *