MOJOKERTO – BELA RAKYAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong agar program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik memberikan hasil nyata dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Balai Ternak yang diarahkan tidak hanya sebagai program bantuan, tetapi juga sebagai wadah peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan pentingnya mengukur keberhasilan program berdasarkan perubahan yang dirasakan penerima manfaat. Hal itu disampaikannya ketika mengunjungi Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Mojokerto di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026).
Menurut Sodik, penyaluran dana zakat merupakan bagian awal dari sebuah proses pemberdayaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut mampu menciptakan perubahan positif dalam kehidupan mustahik.
“Saya percaya insyaallah amanah, tapi saya ingin melihat bagaimana ada dampaknya atau tidak. Apa kelemahan, kekurangannya untuk kita evaluasi,” kata Sodik.
Ia menyampaikan bahwa setiap program BAZNAS harus memiliki orientasi terhadap dampak. Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat, menurutnya, harus dikelola secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semua program itu diwanti-wanti agar berdampak. Satu rupiah uang yang kita keluarkan harus berdampak,” tegasnya.
Sodik juga melihat pemberdayaan mustahik sebagai investasi sosial jangka panjang. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari kondisi penerima manfaat saat ini, tetapi juga dari peluang terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan generasi penerus mereka.
Ia berharap pemberdayaan yang dilakukan BAZNAS mampu membuka jalan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf kehidupan secara bertahap.
“Bagaimana tingkat kehidupan untuk anak-cucu kita, agar nanti cucu kita hidupnya lebih baik dari kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sodik juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata ditentukan oleh bantuan yang diberikan. Kemauan untuk bekerja, ketekunan, kemampuan menghadapi berbagai tantangan, serta tekad memperbaiki kondisi ekonomi menjadi faktor penting agar bantuan dapat berkembang menjadi kemandirian.
Salah satu contoh program tersebut dapat dilihat di Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang dikenal dengan nama Kelompok Gembala Sejahtera.
Program pemberdayaan ekonomi tersebut mulai berjalan sejak 30 Januari 2025 dengan menyasar peternak kecil sekaligus mustahik. Kegiatan utama kelompok diarahkan pada pengembangan perbibitan dan penggemukan domba.
Sebanyak 15 kepala keluarga mustahik terlibat dalam pengelolaan Balai Ternak tersebut. Hingga saat ini, mereka mengelola sekitar 90 ekor domba yang terdiri atas pejantan, indukan, anak domba, dan ternak bakalan.
Pengembangan Balai Ternak diharapkan menjadi contoh bagaimana dana zakat dapat dikelola melalui pendekatan produktif. Mustahik tidak hanya menerima manfaat secara langsung, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk membangun aktivitas ekonomi yang dapat memberikan penghasilan secara berkelanjutan.
Melalui evaluasi dan penguatan program secara berkala, BAZNAS RI menargetkan pemberdayaan seperti Balai Ternak mampu memberikan dampak yang lebih luas, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik dan membuka peluang bagi mereka untuk tumbuh menjadi masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.






