Pelantikan Pemuda Bulan Bintang: Energi Muda, Indonesia Timur, dan Jalan Menuju Pemilu 2029

JAKARTA – Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang menegaskan komitmennya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan nasional, dengan memberi perhatian khusus pada kawasan Indonesia Timur. Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang periode 2025-2030 di Rumah Sarwono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Indonesia Timur untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, pelantikan menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat regenerasi sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan dan politik nasional.

Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang, S.H., mengatakan sekitar 70 persen pengurus pusat berasal dari kawasan Indonesia Timur. Komposisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan organisasi memberikan perhatian lebih terhadap pemerataan pembangunan di wilayah Timur.

“Pengurus pusat Pemuda Bulan Bintang itu 70 persennya adalah dari Timur,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila pembangunan belum dirasakan secara merata, terutama dalam sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Indonesia itu tidak akan menjadi Indonesia Emas apabila seluruh infrastruktur berupa kesehatan, sumber daya manusia, serta pendidikan itu tidak terbangun dengan rata,” katanya.

Karena itu, Pemuda Bulan Bintang mendorong generasi muda di kawasan Indonesia Timur untuk memperkuat konsolidasi dan membangun komunikasi dengan para anggota legislatif dari daerah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengawal aspirasi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.

Selain pembangunan wilayah, Ahmad menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu prioritas utama organisasi. Menurutnya, generasi muda yang memiliki kapasitas dan daya saing akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Indonesia, khususnya di kawasan Timur.

Pemuda Bulan Bintang juga membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda, termasuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun, untuk bergabung dan berkontribusi tanpa persyaratan yang rumit.Ke depan, organisasi menargetkan lahirnya lebih banyak kader muda yang mampu mengambil peran di lembaga legislatif.

“Harapan realistisnya adalah Pemuda Bulan Bintang menghasilkan anggota legislatif sebanyak-banyaknya. Dengan situlah kita bisa menyuarakan idealisme dari seluruh kader Pemuda Bulan Bintang,” tegas Ahmad.

Ia berharap kader-kader muda PBB dapat menjadi representasi masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Penguatan organisasi akan dilakukan melalui rapat nasional, koordinasi rutin dengan pengurus wilayah dan cabang, serta program revitalisasi.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, turut memberikan pesan mengenai pentingnya regenerasi sebagai kekuatan baru bagi partai.

Yusril mengapresiasi kepengurusan Pemuda Bulan Bintang yang didominasi generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Menurutnya, energi dan semangat generasi muda harus diarahkan untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan generasi Z.

“Saya menaruh harapan besar kepada pengurus DPP Partai Bulan Bintang dan Pemuda Bulan Bintang untuk membesarkan partai ini dan menarik simpati sebanyak-banyaknya generasi muda, Gen Z, untuk mendukung dan bergabung kepada Partai Bulan Bintang,” harapnya.

Sementara itu, Penjabat Ketua Umum PBB Yuri Kemal Fadlullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa Pemuda Bulan Bintang bukan sekadar sayap partai, melainkan bagian dari keluarga besar PBB yang memiliki posisi sebagai badan otonom.

Menurut Yuri, status tersebut memberikan ruang bagi Pemuda Bulan Bintang untuk mengembangkan organisasi dan program secara mandiri. Namun, seluruh aktivitas tetap harus berjalan dalam garis perjuangan PBB. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Pemuda Bulan Bintang dengan pimpinan partai harus terus diperkuat.

“Koordinasi bukan berarti membatasi kreativitas pemuda. Justru koordinasi diperlukan agar seluruh gerakan kita memiliki arah perjuangan yang sama,” tegas Yuri.

Ia juga mengingatkan kader agar tidak menghabiskan energi pada konflik internal maupun perbedaan yang tidak produktif.

“Jangan sampai energi kita habis hanya karena ribut di antara kita sendiri,” ujarnya.

Yuri mengajak seluruh kader membangun kembali citra positif PBB dengan menunjukkan kemampuan bekerja dan menghadirkan jawaban atas kebutuhan masyarakat. Di tengah agenda regenerasi dan konsolidasi organisasi tersebut, Yuri juga menegaskan target politik PBB untuk kembali memperoleh kursi di parlemen pada Pemilu 2029.

“InsyaAllah, dengan kerja keras, kebersamaan, dan konsistensi, pada Pemilu 2029 Partai Bulan Bintang dapat kembali masuk ke parlemen,” katanya.

Pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang periode 2025-2030 pun menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi, membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda, memperjuangkan pemerataan pembangunan Indonesia Timur, sekaligus menyiapkan kader-kader muda untuk mengambil peran lebih besar dalam politik nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *