JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesetaraan, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Adde Rosi bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) ke-21 yang diperingati setiap 31 Agustus.
Dalam video ucapan yang dibagikannya melalui media sosial, Adde Rosi menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar HIMPAUDI semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai wadah perjuangan para pendidik PAUD di seluruh Indonesia.
“Saya Adde Rosi Khoerunnisa, Anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Lebak dan Pandeglang, ingin mengucapkan selamat ulang tahun, selamat hari jadi HIMPAUDI yang ke-21,” ujar Adde Rosi.
Ia berharap memasuki usia ke-21, HIMPAUDI semakin eksis dan mampu menjadi wadah yang kuat bagi para guru PAUD sekaligus memperjuangkan berbagai aspirasi dan harapan mereka.
“Semoga di usia yang ke-21 ini, HIMPAUDI semakin eksis, semakin bisa menjadi wadah para guru-guru PAUD se-Indonesia, dan juga bisa memperjuangkan apa yang menjadi harapan para guru-guru PAUD se-Indonesia,” katanya.
Pernah Memimpin HIMPAUDI Banten
Ucapan tersebut memiliki makna tersendiri bagi Adde Rosi. Sebelum menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua HIMPAUDI Provinsi Banten periode 2010–2019.
Hampir satu dekade berjuang bersama para pendidik PAUD membuat isu pendidikan anak usia dini memiliki kedekatan emosional bagi dirinya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Adde Rosi mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran tentang makna pengabdian seorang guru PAUD.
“Setiap tanggal 31 Agustus, hati ini selalu bergetar hangat mengenang ribuan senyum dan ketulusan para pejuang PAUD. Selamat Hari Ulang Tahun HIMPAUDI!” tulis Adde Rosi, seperti dikutip dari Instagram pribadinya.
Ia menilai mengajar anak usia dini bukan semata-mata sebuah pekerjaan, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang memiliki dampak besar terhadap masa depan bangsa.
“Pernah berjuang bersama mengabdi untuk PAUD di Banten selama kurun waktu 2010–2019 memberikan saya pelajaran berharga bahwa mengajar anak usia dini bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa dan investasi peradaban,” ungkapnya.
Temui HIMPAUDI Banten di Senayan
Semangat tersebut kembali terlihat ketika Adde Rosi menerima jajaran pengurus dan perwakilan HIMPAUDI Provinsi Banten di ruang kerjanya di Senayan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain silaturahmi dan makan siang bersama, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para pendidik PAUD Banten untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait dunia pendidikan anak usia dini.
“Ruang kerja di Senayan hari ini terasa begitu hangat dan penuh kenangan,” tulis Adde Rosi.
Menurutnya, HIMPAUDI bukan sekadar organisasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup sekaligus perjuangan yang memiliki arti mendalam.
Dalam pertemuan itu, Adde Rosi bersama jajaran HIMPAUDI Banten berdiskusi mengenai sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian para guru PAUD, mulai dari pengakuan status hukum, peningkatan kesejahteraan, kualifikasi pendidik, hingga penguatan fasilitas PAUD di daerah.
Guru PAUD Jangan Lagi Mengalami Dikotomi
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi menegaskan bahwa perjuangan terhadap guru PAUD akan terus dilakukan melalui parlemen.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah agar tidak lagi terjadi dikotomi antara guru PAUD dengan guru pada jenjang pendidikan lainnya.
“Kami di Komisi X juga terus berjuang agar guru PAUD tidak ada dikotomi lagi, agar guru PAUD sama dengan guru-guru yang lainnya,” tegas Adde Rosi dalam video tersebut.
Menurutnya, para guru PAUD memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun fondasi pendidikan dan karakter generasi penerus bangsa.
Karena itu, ia juga mendorong agar aspek kesejahteraan dan kompetensi guru PAUD terus mendapatkan perhatian dan perbaikan ke depan.
“Dan tentunya kita berjuang agar kesejahteraan, kompetensinya bisa diperbaiki kedepannya,” lanjutnya.
Adde Rosi menegaskan bahwa perjuangan untuk meningkatkan pengakuan, kesetaraan dan kesejahteraan guru PAUD merupakan agenda yang akan terus dikawal bersama.
“Perjuangan untuk mendorong pengakuan, kesetaraan, dan kesejahteraan guru PAUD di tingkat nasional masih dan akan terus kita kawal bersama di parlemen,” tulisnya.
PAUD Fondasi Generasi Penerus Bangsa
Adde Rosi menilai pendidikan anak usia dini memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Bagi Adde Rosi, PAUD merupakan tahap awal yang penting dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, kemandirian, serta berbagai fondasi perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Karena itu, perhatian kepada PAUD tidak cukup hanya diberikan kepada lembaga pendidikannya, tetapi juga harus mencakup para guru dan tenaga kependidikan yang berada di garis depan mendampingi tumbuh kembang anak.
“Bapak dan ibu guru PAUD berhak mendapatkan apresiasi serta perlindungan yang layak atas pengabdian mulianya,” tegas Adde Rosi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota HIMPAUDI, khususnya HIMPAUDI Provinsi Banten, yang selama ini terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan anak usia dini.
“Terima kasih untuk seluruh pengurus dan anggota HIMPAUDI, khususnya di Provinsi Banten, yang tidak pernah lelah menyebarkan kebaikan,” ujarnya.
Di momentum HUT HIMPAUDI ke-21, Adde Rosi berharap organisasi tersebut semakin solid, eksis, dan mampu menjadi rumah perjuangan bagi para pendidik PAUD di seluruh Indonesia.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan memperkuat pendidikan anak usia dini.
“PAUD adalah fondasi utama pembentukan karakter generasi penerus bangsa!” tegasnya.
Dalam video ucapan HUT HIMPAUDI ke-21, Adde Rosi juga memberikan semangat khusus kepada HIMPAUDI Banten.
“Sekali lagi selamat ulang tahun, HIMPAUDI Banten Jawara! HIMPAUDI Jaya, Jaya, Jaya! Sekali lagi selamat ulang tahun,” serunya.
Adde Rosi menutup pesannya dengan harapan agar semangat perjuangan para pendidik PAUD terus menyala dalam mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
“Mari terus bergandengan tangan menuntun langkah kecil anak-anak kita menuju cita-cita besarnya!” pungkasnya.






