JAKARTA: BELA RAKYAT – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi mendapat kehormatan memberikan sambutan sekaligus memimpin pembacaan doa pada acara Peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025: Sebuah Catatan Pembahasan dan Penjelasan Komprehensif dari Komisi III DPR RI yang berlangsung di Ruang Pustakaloka, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu momentum penting setelah disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Kehadiran buku anotasi ini diharapkan menjadi referensi utama bagi aparat penegak hukum, akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, hingga masyarakat luas dalam memahami latar belakang, filosofi, serta penjelasan komprehensif terhadap setiap ketentuan dalam KUHAP 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Aboe membuka acara dengan menyampaikan penghormatan kepada pimpinan Komisi III DPR RI, para mitra kerja, anggota DPR RI, akademisi, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
“Izinkan untuk membacakan doa. Kebetulan saya akan membawakan doa secara agama Islam. Bagi agama lainnya untuk menyesuaikan,” ujar Habib Aboe mengawali sambutannya.
Ia kemudian berharap seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan membawa manfaat besar bagi penguatan sistem hukum nasional.
Mengajak Bersyukur atas Lahirnya Karya Monumental
Dalam doa yang dipimpinnya, Habib Aboe mengawali dengan pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan rasa syukur atas selesainya penyusunan Buku Anotasi KUHAP 2025 yang dinilainya sebagai sebuah karya monumental hasil kerja bersama Komisi III DPR RI beserta berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, buku tersebut bukan sekadar kumpulan penjelasan pasal, melainkan bagian dari ikhtiar bangsa Indonesia dalam membangun sistem peradilan pidana yang semakin adil, transparan, modern, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Habib Aboe memohon kepada Allah SWT agar peluncuran buku tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam penyempurnaan hukum acara pidana di Indonesia.
Dalam doanya ia juga membacakan:
“Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal bathila bathilan warzuqnaj-tinabah.”
Doa tersebut bermakna permohonan agar Allah menunjukkan mana yang benar sehingga dapat diikuti, serta menunjukkan mana yang salah agar dapat dijauhi.
Penegakan Hukum Harus Berkeadilan
Habib Aboe menegaskan bahwa hukum merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketenteraman bangsa.
Karena itu, melalui peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025, ia berharap seluruh aparat penegak hukum memperoleh petunjuk dan bimbingan dalam menjalankan tugas secara profesional.
Ia memohon agar para hakim, jaksa, penyidik kepolisian, advokat, akademisi, serta seluruh insan penegak hukum diberikan kejernihan berpikir, kekuatan moral, integritas, dan kepekaan nurani dalam menegakkan keadilan.
Habib menjelaskan, keberhasilan sebuah sistem hukum tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi, tetapi juga oleh integritas para pelaksananya.
“Buku ini diharapkan menjadi pedoman ilmiah sekaligus moral agar pelaksanaan KUHAP benar-benar memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Mendoakan Para Pemimpin Bangsa
Dalam doa yang dipanjatkannya, Habib Aboe juga secara khusus mendoakan para pemimpin bangsa.
Ia membacakan doa:
“Allahumma waliya ‘alaina khiyarana, wala tuwali ‘alaina syirarana.”
Doa tersebut merupakan permohonan agar Allah SWT memberikan pemimpin-pemimpin terbaik bagi bangsa Indonesia.
Selain itu, Habib Aboe memohon agar Allah memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta keteguhan hati kepada Pimpinan DPR RI, Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI, Kapolri, serta seluruh mitra kerja Komisi III yang memiliki tanggung jawab besar dalam penegakan hukum nasional.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan mampu menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan keadilan sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan.
Menjaga Persatuan Bangsa
Tak hanya berbicara mengenai hukum, Habib Aboe juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional.
Ia memohon agar Allah SWT mempersatukan hati seluruh anak bangsa, menghindarkan Indonesia dari perpecahan, fitnah, konflik, dan segala bentuk permusuhan.
Menurutnya, penegakan hukum yang adil akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan bangsa.
“Hukum yang berkeadilan akan melahirkan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Dari situlah persatuan nasional dapat terus terjaga,” katanya.
Doa untuk Indonesia
Menjelang akhir doa, Habib Aboe membacakan doa Nabi Ibrahim AS:
“Rabbi-j’al hadza baladan aminan warzuqni ahlahu minas-samarat.”
Ia memohon agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang aman, damai, sejahtera, serta diberikan keberkahan rezeki bagi seluruh rakyatnya.
Doa kemudian ditutup dengan bacaan tasbih, salam kepada para rasul, dan ucapan syukur kepada Allah SWT sebelum mengakhiri dengan salam penutup.
Buku Anotasi KUHAP Jadi Referensi Penting
Peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025 merupakan bagian dari komitmen Komisi III DPR RI untuk memastikan implementasi KUHAP baru dapat dipahami secara utuh oleh seluruh pemangku kepentingan.
Buku tersebut memuat catatan pembahasan selama proses legislasi, penjelasan komprehensif terhadap pasal-pasal KUHAP, latar belakang perubahan norma, hingga berbagai perspektif hukum yang melandasi penyusunannya.
Dengan hadirnya buku anotasi tersebut, diharapkan tidak terjadi perbedaan penafsiran yang dapat menghambat proses penegakan hukum, sekaligus memperkuat kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan hak asasi manusia dalam sistem peradilan pidana Indonesia.
Kehadiran Habib Aboe yang memberikan sambutan sekaligus memimpin doa pada peluncuran buku tersebut mencerminkan harapan agar pembaruan hukum acara pidana tidak hanya menjadi pencapaian legislasi semata, tetapi juga menjadi ikhtiar moral dan spiritual dalam menghadirkan sistem hukum yang berkeadilan, berintegritas, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.





