Bali Percontohan! Demer Dorong Revolusi Energi Nasional, Transisi LPG ke CNG Dinilai Jadi Jalan Keluar Ketergantungan Impor

DENPASAR: BELA RAKYAT – Ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) terus menjadi persoalan serius yang membebani keuangan negara. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga dan industri, pemerintah dituntut mencari solusi yang tidak hanya menjamin pasokan energi, tetapi juga memperkuat kemandirian nasional.

Dalam sorotan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer tampil mendorong percepatan transisi penggunaan LPG menuju Compressed Natural Gas (CNG). Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya gas bumi yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan domestik.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Demer saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Bali bersama sejumlah BUMN strategis dan Kementerian Koperasi. Dalam agenda tersebut, Demer secara khusus menyoroti pentingnya sinergi antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN), lembaga keuangan milik negara, dan jaringan koperasi untuk mempercepat transformasi energi nasional.

Mengurai Beban Impor LPG

Data yang selama ini menjadi perhatian DPR menunjukkan bahwa sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian geopolitik internasional.

Menurut Demer, situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus. Indonesia harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

“CNG berasal dari gas bumi nasional yang produksinya tersedia di Indonesia. Jika pemanfaatannya diperluas, maka ketergantungan terhadap LPG impor dapat ditekan secara bertahap,” ujarnya.

Bagi Demer, isu ini bukan sekadar soal energi, melainkan menyangkut kedaulatan ekonomi bangsa. Semakin besar porsi energi domestik yang digunakan masyarakat, semakin kuat pula daya tahan ekonomi nasional terhadap tekanan eksternal.

Sinergi BUMN dan Koperasi Jadi Kunci

Dalam investigasi terhadap berbagai program energi yang tengah dikembangkan pemerintah, salah satu tantangan utama adalah distribusi dan akses masyarakat terhadap energi alternatif. Di sinilah Demer melihat peran strategis koperasi sebagai ujung tombak pelayanan ekonomi rakyat.

Ia menilai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dapat menjadi instrumen penting dalam memperluas akses penggunaan CNG hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Demer, jaringan koperasi memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah, BUMN, dan kebutuhan riil warga di lapangan.

Karena itu, ia meminta agar PGN tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan koperasi, perbankan nasional seperti BNI, dan kementerian terkait harus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh kemudahan akses pembiayaan maupun infrastruktur pendukung.

Bali Diproyeksikan Jadi Daerah Percontohan

Dalam kunjungan tersebut, Bali muncul sebagai salah satu wilayah yang berpotensi menjadi proyek percontohan pemanfaatan CNG secara lebih luas. Selain memiliki kebutuhan energi yang terus meningkat akibat sektor pariwisata, Bali juga dinilai memiliki kesadaran tinggi terhadap konsep energi bersih dan berkelanjutan.

Demer melihat peluang besar bagi Bali untuk menjadi model transisi energi nasional. Jika program ini berhasil diterapkan, maka pola yang sama dapat direplikasi ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Tidak hanya berdampak pada efisiensi penggunaan energi, pemanfaatan CNG juga berpotensi mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi yang selama ini menjadi beban negara.

Pengawasan DPR Akan Diperketat

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, perdagangan, investasi, dan koperasi, Demer menegaskan bahwa DPR tidak akan berhenti pada tahap wacana. Komisi VI akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi program-program yang dijalankan BUMN agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati energi yang lebih murah, mudah diakses, dan berasal dari sumber daya nasional.

Demer menegaskan bahwa penguatan energi domestik merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Membangun Kemandirian Energi Indonesia

Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, dorongan Demer terhadap penggunaan CNG menunjukkan arah baru kebijakan energi yang lebih berorientasi pada kemandirian nasional. Pemanfaatan gas bumi domestik dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi impor LPG, memperkuat ketahanan energi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui koperasi dan BUMN.

Dengan pengawasan DPR yang semakin ketat serta dukungan lintas sektor, transisi LPG ke CNG kini tidak lagi sekadar gagasan, melainkan mulai dipersiapkan sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang lebih mandiri dalam bidang energi.

Bagi Demer, keberhasilan program tersebut bukan hanya kemenangan Bali atau BUMN semata, melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *