Dalam kesempatan ini, ia kembali mengajak para audiens/peserta sosialisasi untuk meningkatkan kebersamaan, rasa saling memiliki serta kerukunan diantara masyarakat, ditengah gejolak kebangsaan dan tantangan perekonomian yang terjadi akhir – akhir ini.
“Tentu, telah kita lihat bersama, akhir – akhir ini gejolak massa demonstrasi cukup massive terjadi di berbagai daerah, imbas dari penolakan program (kebijakan) prioritas pemerintah ditengah fluktuasi perekonomian yang tidak stabil. Karenanya hal ini perlu disikapi secara cermat, arif dan bijak. Jangan sampai kita mudah terbawa arus disinformasi yang tidak sehat dan menyesatkan” ujar Meli sapaan akrabnya.
“Kita perlu melihat situasi ini lebih objektif dan terbuka, ditengah kondisi geopolitik global yang menjadi salah satu faktor krusial. Dan disisi lain sebagai masyarakat majemuk yang kolektif, kita juga harus memperkuat rasa solidaritas dan kerukunan sebagai warga negara, untuk tetap mendukung langkah konstitusional yang akan dan sedang dilakukan pemerintah guna mewujudkan stabilitas di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” sambung Meli.
Karenanya, di sela waktu akhir ia berpesan kepada para peserta (audiens), agar pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat benar – benar dimaknai secara baik, tidak hanya sekedar ceremonial semata, Ia sangat berharap pesan moral dan penyampaian materi dalam sosialisasi ini dapat ter-internalisasi ke semua peserta, sehingga para peserta dapat untuk kembali menyampaikan pesan dan nilai sosialisasi ini kepada masyarakat luas.
“Pada akhirnya, semoga para peserta dapat memahami dan menjadikan pesan serta materi sosialisasi ini sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Kita ketahui bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan 4 (empat) pondasi utama yang dapat mempererat kita sebagai sebuah bangsa yang besar, untuk menuju tujuan berbangsa dan bernegara, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” pungkasnya. (Ekiansyah)






